Merauke||Cendrawasi7, Telkom Indonesia resmi mengaktifkan Community Gateway di Merauke, Papua Selatan, sebagai wujud pemenuhan tiga komitmen besar perusahaan dalam memperkuat infrastruktur digital di wilayah timur Indonesia. Hal itu disampaikan langsung oleh EVP Telkom Regional 5 Amin Soebagyo, saat ditemui awak media dalam agenda peresmian, Jumat (5/12/2025).
“Hari ini kita sama-sama menyaksikan komitmen Telkom yang sudah kami sampaikan sejak 8 September, kami tegaskan lagi 13 Oktober, dan hari ini bukti nyatanya hadir,” ujar Amin.
Menurutnya, Community Gateway menjadi langkah jangka pendek Telkom untuk memastikan konektivitas masyarakat tetap stabil, terutama ketika terjadi gangguan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL).
“Kita sudah coba bersama-sama, dan tidak ada perbedaan signifikan antara akses lewat SKKL dan Community Gateway, termasuk dari sisi latensi.”
CDN Menyusul, PASELA 2 Jadi Andalan Jangka Panjang
Amin menjelaskan bahwa selain Community Gateway, Telkom juga tengah menyelesaikan Content Digital Network (CDN) sebagai bagian dari komitmen jangka menengah. Sementara untuk jangka panjang, Telkom memastikan proyek PASELA 2 tetap dikejar dan ditargetkan rampung pada Juni 2028.
“Harapannya seluruh tahapan ini memberikan dampak signifikan bagi Papua Selatan—baik pendidikan, ekonomi, layanan pemerintahan, hingga keamanan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kominfo Papua Selatan turut menyampaikan minat untuk memanfaatkan layanan Community Gateway bagi kantor gubernur yang baru. Tantangan tersebut langsung dijawab perwakilan Telkom.
“Bisa. Bahkan harus bisa,” tegas Amin.
Menjamin Konektivitas Saat Gangguan
Menanggapi pertanyaan soal antisipasi gangguan, Amin menegaskan bahwa Community Gateway siap menjadi sistem pemulihan otomatis.
“Kalau ada gangguan, sistem akan otomatis aktif dalam 60 menit. Layanannya juga diperkuat GSM, jadi trafik masyarakat tidak akan terasa terganggu,” jelasnya.
Saat ini, trafik internet sebesar 73 Gbps di Papua Selatan, dan 52 Gbps di antaranya sudah ditopang oleh gabungan Community Gateway dan CDN.
Dirut Telkomsat: Pertama di Indonesia dan Asia Tenggara
Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd. Rauf, menambahkan bahwa teknologi Community Gateway ini merupakan yang pertama diterapkan di Indonesia dan bahkan Asia Tenggara.
“Di dunia pun kita masuk 10 negara pertama yang mengimplementasikannya. Teknologi ini menarik karena bisa dideploy sangat cepat dibandingkan menambah kabel laut yang membutuhkan waktu lama,” ujarnya.
Lukman juga menegaskan bahwa teknologi ini akan sangat optimal digunakan di wilayah seperti Merauke, yang kerap mengalami putus kabel laut karena kondisi perairan dangkal (5–15 meter).
“Kami pastikan Telkom hadir menjadi solusi. Masyarakat Papua Selatan—terutama pekerja yang mengandalkan internet—tidak lagi terganggu ketika ada gangguan kabel laut,” tegasnya.
