📰cendrawasi7.com
📍 Sorong, Papua Barat Daya, Dewan Pimpinan Wilayah Aliansi Wartawan dan Masyarakat Otsus Republik Indonesia (DPW AWMORI) Papua Barat Daya mendesak Wali Kota Sorong agar segera mencopot Lurah Ario Howay dari jabatannya. Desakan ini muncul setelah beredarnya unggahan di media sosial Facebook yang dinilai telah menjatuhkan martabat Orang Asli Papua (OAP).
Ketua DPW AWMORI Papua Barat Daya, Ferry Onim, menegaskan bahwa pernyataan Lurah Ario Howay di media sosial tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik. Ia menilai, jabatan yang diberikan melalui kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) Papua semestinya dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan menghormati perjuangan masyarakat Papua.
“Jangan menggunakan jabatan atas nama Otsus. Otonomi Khusus adalah hasil dari perjuangan berdarah dan air mata Orang Asli Papua. Jabatan dan fasilitas yang digunakan saat ini bersumber dari perjuangan dan pengorbanan nyawa orang Papua,” tegas Ferry Onim dalam keterangannya, Sabtu (1/11/2025).
Menurutnya, tindakan oknum lurah tersebut telah melukai perasaan masyarakat dan menjatuhkan martabat OAP. Karena itu, pihaknya bersama aktivis kaki Papua Sorong Raya mendesak agar Wali Kota Sorong segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Ario Howay dari jabatannya dan meminta maaf secara terbuka dalam waktu 1×24 jam.
“Kami meminta Wali Kota Sorong bertindak cepat. Jika tidak, kami akan menggelar aksi menuju Kantor Wali Kota Sorong sebagai bentuk protes atas sikap pejabat publik yang tidak menjaga etika jabatan,” lanjut Ferry.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kota Sorong maupun Lurah Ario Howay belum memberikan tanggapan resmi atas desakan tersebut.
DPW AWMORI berharap persoalan ini segera disikapi secara bijak oleh pemerintah daerah agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat, serta menjadi pembelajaran bagi seluruh pejabat publik untuk berhati-hati dalam bertindak dan berucap di ruang digital.
🖊 Reporter: Tim Redaksi C7
📸 Foto: Dokumentasi DPW AWMORI
