Provinsi Papua selatan

Raker Perdana KPPS Jadi Fondasi Peran Pemuda Asli Papua Selatan ke Depan

Avatar photo
50
×

Raker Perdana KPPS Jadi Fondasi Peran Pemuda Asli Papua Selatan ke Depan

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Komite Pemuda Asli Papua Selatan (KPPS) menjadwalkan pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) perdana pada Rabu, 14 Januari 2026. Kegiatan tersebut akan digelar di Aula Belhotel Merauke mulai pukul 09.00 WIT dan menjadi tonggak awal penyusunan arah gerak serta program kerja organisasi ke depan.

Raker ini merupakan agenda resmi KPPS sejak organisasi tersebut terbentuk pada pertengahan 2025. Ketua KPPS Eligius Mahuze mengatakan, raker perdana menjadi momentum strategis untuk merumuskan program yang terarah dan berkelanjutan.

“Ini raker pertama KPPS. Kami akan membahas dan menyusun program-program strategis sebagai dasar peran pemuda Papua Selatan ke depan,” ujar Eligius saat diwawancarai menjelang kegiatan.

Salah satu fokus utama dalam raker tersebut adalah program pendataan Orang Asli Papua (OAP) di wilayah Papua Selatan. Menurut Eligius, pendataan ini penting sebagai basis perencanaan kebijakan dan program pemberdayaan pemuda agar lebih tepat sasaran.

Selain itu, KPPS juga mendorong penguatan kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan. Sinergi ini diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) OAP, khususnya generasi muda.

“Melalui raker ini, kami ingin membangun kerja sama yang selaras dengan OPD, agar program KPPS sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah, terutama dalam pengembangan SDM pemuda Papua Selatan,” jelasnya.

Rapat kerja perdana ini diikuti sekitar 30 peserta yang merupakan pengurus internal KPPS. Seluruh rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung selama satu hari dan ditargetkan menghasilkan rumusan program kerja yang konkret, terukur, dan aplikatif.

Sekretaris KPPS Marianus K. Komanik menegaskan bahwa raker menjadi ruang penting untuk menerjemahkan gagasan dan semangat pemuda ke dalam program nyata.

“Tanpa program kerja, ide dan rencana hanya akan menjadi wacana. Raker ini memastikan pemuda terlibat langsung dan memiliki peran jelas dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Marianus menambahkan, pemuda Papua Selatan harus disiapkan sejak sekarang untuk mengambil peran jangka panjang. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pemuda dapat melihat hasil nyata pembangunan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.

Sementara itu, mewakili Gubernur Papua Selatan, Asisten II Setda Papua Selatan Sunarjo, S.Sos, menekankan pentingnya perencanaan yang tertulis dan terukur. Ia menilai ide dan gagasan pemuda harus dituangkan dalam dokumen perencanaan agar dapat dijalankan secara konsisten.

“Kolaborasi itu bukan sekadar wacana. Semua harus ditulis, direncanakan, dan memiliki visi jangka panjang. Tanpa perencanaan yang jelas, ide akan mudah dilupakan,” kata Sunarjo.

Ia juga mengingatkan agar perencanaan pemuda disesuaikan dengan dinamika strategis yang berkembang, baik dari sisi ideologi, politik, maupun budaya, sehingga peran pemuda benar-benar berdampak dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page