Provinsi Papua selatan

Ruas Merauke–Ndalir Rusak Dihantam Ombak, Gubernur Papua Selatan Turun Tangan

Avatar photo
29
×

Ruas Merauke–Ndalir Rusak Dihantam Ombak, Gubernur Papua Selatan Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Ruas jalan Merauke–Ndalir kembali mengalami kerusakan akibat hantaman ombak yang dipicu pasang surut air laut. Jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas warga tersebut kerap rusak berulang kali akibat faktor alam, khususnya karena berada di kawasan pesisir.

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi jalan sekaligus mengidentifikasi dan menginventarisasi tingkat kerusakan, Rabu (14/1/2026). Peninjauan dilakukan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Selatan serta Dinas Pekerjaan Umum setempat.

“Identifikasi dan inventarisasi ini kita lakukan sebagai dasar untuk mengusulkan perencanaan perbaikan, peningkatan, maupun pembangunan ruas-ruas jalan provinsi,” kata Apolo di sela-sela peninjauan.

Menurut Apolo, kerusakan di ruas Merauke–Ndalir tidak bisa ditangani hanya dengan perbaikan badan jalan. Pasalnya, lokasi jalan berada di wilayah pesisir yang secara langsung menerima hantaman ombak saat air laut pasang.

“Kalau hanya diperbaiki jalannya, kerusakan akan terulang. Kita perlu solusi teknis yang lebih menyeluruh,” ujarnya.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendorong Dinas Pekerjaan Umum bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai guna menyiapkan penanganan berupa pembangunan pemecah gelombang atau breakwater di bagian depan jalan.

Dengan skema tersebut, energi ombak diharapkan dapat diredam sebelum mencapai badan jalan.

Selain ruas Merauke–Ndalir, pemerintah juga melakukan inventarisasi kerusakan pada sejumlah ruas lain, seperti Merauke–Kuler–Onggaya serta Merauke–Sermayam–Jagebob. Kerusakan di ruas-ruas tersebut disebabkan kombinasi faktor alam dan usia jalan.

Pemerintah Provinsi Papua Selatan menyatakan penanganan jalan di kawasan pesisir akan dirancang secara lebih berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga konektivitas transportasi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran distribusi dan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir Papua Selatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page