Merauke||Cendrawasi7, Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Papua Selatan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) perdana di Merauke, Senin (8/12/2025). Forum lima tahunan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi sekaligus memilih kepemimpinan baru yang dinilai amanah, berintegritas, dan memiliki visi besar bagi pengembangan PKB di Tanah Papua Selatan.
Ketua Panitia Muswil yang juga anggota DPR Papua Selatan, Hj. Almaratus Sholikah, menyebut Muswil pertama ini sebagai tonggak sejarah bagi PKB di provinsi termuda Indonesia.
“Muswil ini menjadi ruang penting untuk melahirkan pemimpin yang amanah dan memiliki misi besar memajukan PKB. Semoga keputusan-keputusan yang dihasilkan membawa manfaat bagi partai, kader, dan masyarakat Papua Selatan,” ujarnya dalam sambutan.
Sholikah menambahkan, Muswil tak hanya menjadi forum formal, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi dan mengevaluasi organisasi. Ia yang turut membidani lahirnya PKB di Merauke pada 1998, mengajak seluruh kader untuk terus mengingat jasa para pendiri partai.
“Para muassis selalu mengingatkan bahwa politik adalah ibadah. Amanah itu harus kita jaga,” tegasnya, seraya menyebut almarhum Kiai Haji Malik Nurdin dan almarhum Kiai Haji Amrudin Saleh sebagai tokoh penting dalam sejarah PKB Merauke.
Ketua DPW PKB: Muswil Jadi Momentum Melahirkan Kepemimpinan Baru
Ketua DPW PKB Papua Selatan, Taufik Latarissa, mengapresiasi terselenggaranya Muswil 2025 dan berharap forum ini menghasilkan ketua DPW yang mampu membawa PKB semakin solid dan progresif.
“Semoga Muswil ini melahirkan pemimpin terbaik bagi PKB Papua Selatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Taufik menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama masa kepengurusan periode 2022–2026. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap mengabdi bagi PKB setelah masa jabatannya berakhir.
“Kami tetap berjuang untuk kemaslahatan masyarakat Papua Selatan,” katanya.
Wasekjen DPP PKB: Muswil Wajib dan Jadi Ajang Konsolidasi Total
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB sekaligus anggota DPR RI, Hj. Anggia Ermarini, menegaskan bahwa Muswil bukan sekadar agenda seremonial, melainkan amanah konstitusi partai yang wajib dilaksanakan.
“Muswil adalah ruang untuk menyusun program, mengevaluasi, dan merapikan barisan. PKB Papua Selatan harus solid agar dapat terus melaju,” katanya.
Dalam sambutannya, Anggia menyampaikan pesan Ketua Umum DPP PKB agar seluruh kader terus mengisi ruang-ruang pelayanan masyarakat dan memaksimalkan aplikasi digital seperti SIMPLE dan SMS untuk memperkuat basis organisasi menjelang Pemilu 2029.
“Kalau ingin menjadi organisasi maju, kita harus disiplin, solid, dan tidak mempermasalahkan hal-hal sepele,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa DPP PKB mulai melakukan fit and proper test bagi calon pimpinan wilayah dari seluruh Indonesia, termasuk Papua Selatan, sebagai bagian dari penataan struktur partai menuju 2029.
Menuju Pemilu 2029: Kader Diminta Siap Tempur
Anggia mengingatkan bahwa Pemilu 2029 akan datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Karena itu, menurutnya, Muswil harus menjadi titik awal kesiapan PKB Papua Selatan menghadapi kompetisi politik mendatang.
“Setiap kader harus siap. Jika organisasi tertata kuat, PKB bisa menambah kursi dan semakin dirasakan kehadirannya oleh masyarakat,” ujarnya.
Muswil PKB Papua Selatan 2025 dijadwalkan berlangsung hingga malam dan akan ditutup dengan penetapan ketua DPW baru yang akan memimpin periode berikutnya. (*)
