Merauke||Cendrawasi7, DPW Perempuan Bangsa Provinsi Papua Selatan mencatat sejarah sebagai wilayah pertama yang menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil). Forum ini tak sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi momentum konsolidasi kekuatan sekaligus penegasan arah politik menuju target pemenangan Pemilu 2029.
Ketua DPW Perempuan Bangsa Papua Selatan, Evi Ernawati Kristina, menegaskan Muswil menjadi ruang evaluasi sekaligus perumusan strategi organisasi ke depan.
“Kegiatan ini bagian dari konsolidasi, evaluasi perjalanan organisasi, dan merumuskan langkah strategis ke depan,” ujarnya. Rabu (08/04/2026).

Ia menekankan, Perempuan Bangsa harus hadir sebagai wadah perjuangan perempuan yang aktif, tangguh, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Organisasi ini harus menjadi ruang kebersamaan, ruang berpikir, dan melahirkan gagasan-gagasan terbaik,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks. Karena itu, Perempuan Bangsa dituntut tidak hanya memperjuangkan kepentingan perempuan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Target 2029: Konsolidasi Harus Terarah
Ketua DPW PKB Papua Selatan, Kristosimus Yohanes Agawemu, menegaskan seluruh gerak organisasi harus berorientasi pada target besar, yakni kemenangan Pemilu 2029.
“Kita harus bekerja terarah, terukur, dan tepat sasaran untuk mencapai target pemenangan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kekompakan antara struktur partai dan organisasi sayap, termasuk Perempuan Bangsa sebagai kekuatan utama di akar rumput.
“Perempuan harus menjadi motor penggerak. Jika perempuan bergerak dan bersuara, kekuatannya bisa berlipat ganda,” katanya.
Kristosimus juga mengingatkan kader agar menjaga soliditas dan menjauhi konflik internal yang tidak produktif.
“Bangun organisasi dengan ide-ide besar, bukan gosip atau perpecahan yang justru melemahkan,” tegasnya.
DPP: Papua Selatan Masuk Kategori Aktif
Dari tingkat pusat, pengurus DPP Perempuan Bangsa memberikan apresiasi terhadap kinerja Papua Selatan yang dinilai progresif meski baru terbentuk.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Neng Eem Marhamah Zulfa.
“Walaupun belum genap satu tahun, Papua Selatan sudah menunjukkan kinerja yang sangat baik,” ujarnya.
Selain itu, DPP juga menegaskan kader Perempuan Bangsa memiliki peluang besar untuk berkiprah di berbagai bidang strategis.
Muswil Dipastikan Cepat dan Efektif
DPP memastikan pelaksanaan Muswil di Papua Selatan akan berjalan lebih sederhana dan efisien dibandingkan di tingkat pusat.
Proses penyusunan kepengurusan disebut cukup melalui penunjukan dan penambahan figur-figur potensial, tanpa mekanisme rumit seperti uji kelayakan dan kepatutan.
Papua Selatan menjadi provinsi pertama di Zona 6 yang menggelar Muswil, yang mencakup sejumlah wilayah seperti Bali, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Utara.
Dengan kondisi organisasi yang dinilai solid dan minim kendala, Muswil diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang kuat sekaligus mempercepat penguatan basis Perempuan Bangsa di wilayah tersebut.
Perempuan Jadi Kunci Kekuatan Politik
Seluruh pihak sepakat, peran perempuan menjadi kunci dalam memperkuat basis politik ke depan. Perempuan Bangsa diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi tampil sebagai kekuatan utama dalam memenangkan kontestasi politik.
Dengan konsolidasi yang mulai menguat sejak dini, Papua Selatan diproyeksikan menjadi salah satu basis penting dalam peta kekuatan Perempuan Bangsa menuju Pemilu 2029. (*)
