Papua Selatan

Ketua MP3I Papua Selatan Dorong Santri Jadi Teladan di Tengah Keberagaman

Avatar photo
×

Ketua MP3I Papua Selatan Dorong Santri Jadi Teladan di Tengah Keberagaman

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7. Com, Peringatan Hari Santri Nasional ke-12 Tahun 2026 di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, berlangsung khidmat. Kamis (22/10/2026), Momentum ini menjadi pengingat bagi para santri untuk tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga berperan aktif menjaga toleransi, memperkuat persatuan, dan merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

‎

‎Ketua DPW Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Indonesia (MP3I) Papua Selatan sekaligus Ketua PWNU Papua Selatan, KH Mohamad Arifin, mengatakan Hari Santri merupakan momentum penting untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

‎

‎Menurutnya, semangat perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

‎

‎Peringatan Hari Santri di Merauke yang diikuti sejumlah pondok pesantren itu juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait.

‎

‎Arifin menilai, kehadiran para santri dari berbagai pesantren menunjukkan besarnya peran lembaga pendidikan keagamaan dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.

‎

‎Terlebih, Papua Selatan merupakan daerah dengan masyarakat yang memiliki beragam latar belakang suku, agama, dan budaya. Karena itu, para santri diharapkan mampu menjadi bagian dari kekuatan yang menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

‎

‎Ia menekankan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya mengajarkan pemahaman agama, tetapi juga menanamkan nilai persaudaraan, kedisiplinan, penghormatan terhadap sesama, serta tanggung jawab dalam kehidupan sosial.

‎

‎Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan para santri dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dengan membangun hubungan yang harmonis bersama masyarakat dari berbagai latar belakang.

‎

‎Santri Diminta Jadi Teladan dalam Menjaga Kerukunan

‎

‎Arifin berharap peringatan Hari Santri tidak berhenti pada kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi penguat komitmen para santri untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

‎

‎Menurutnya, toleransi dan persatuan merupakan modal penting dalam menjaga kedamaian sekaligus mendukung pembangunan di Papua Selatan.

‎

‎Perbedaan suku, agama, maupun budaya hendaknya menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan, bukan justru menjadi sumber perpecahan.

‎

‎Karena itu, santri diharapkan mampu tampil sebagai teladan dalam menjaga sikap saling menghormati, mempererat persaudaraan, serta menciptakan lingkungan masyarakat yang aman dan damai.

‎

‎Selain menjaga kerukunan, para santri juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan kemampuan diri agar mampu menghadapi perkembangan zaman.

‎

‎Penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan dinilai penting agar lulusan pesantren tidak hanya memiliki bekal keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan.

‎

‎Dengan bekal ilmu agama, akhlak, dan pengetahuan yang memadai, santri diharapkan dapat mengambil peran lebih luas dalam kehidupan masyarakat.

‎

‎Peringatan Hari Santri Nasional ke-12 di Merauke sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara kalangan pesantren, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat.

‎

‎Melalui semangat Hari Santri, Arifin berharap pondok pesantren terus melahirkan generasi muda yang mampu menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkokoh persatuan bangsa, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Merauke dan Provinsi Papua Selatan.

‎

‎Semangat perjuangan para ulama dan santri di masa lalu pun diharapkan terus hidup melalui karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama demi terwujudnya Papua Selatan yang damai, harmonis, dan maju. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page