Provinsi Papua selatan

Aparat Gabungan Gelar Patroli Jelang 1 Desember, Kabag Ops: Ini Bagian dari Kalender Kamtibmas

Avatar photo
28
×

Aparat Gabungan Gelar Patroli Jelang 1 Desember, Kabag Ops: Ini Bagian dari Kalender Kamtibmas

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Aparat gabungan TNI-Polri dan Satpol PP mulai meningkatkan kegiatan patroli menjelang tanggal 1 Desember. Patroli ini merupakan bagian dari kalender kamtibmas yang rutin dilaksanakan setiap akhir tahun. Hal itu disampaikan Kabag Ops Polres Merauke, AKP Irwanto Sawal, saat ditemui wartawan di GOR Head Sai Merauke, Sabtu (29/11/2025).

AKP Irwanto mengatakan, sedikitnya 229 personel diterjunkan dalam patroli skala besar tersebut. Personel yang terlibat terdiri dari unsur TNI AD, AL, AU, Polri, Brimob, hingga Satpol PP.

“Ratusan aparat kita libatkan. Kurang lebih ada 229 personel gabungan. Kami sudah siap, artinya secara kesiapan personel dan sarana sudah lengkap,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa patroli dilakukan sebagai langkah antisipasi menjelang 1 Desember sekaligus memasuki masa kalender kamtibmas. Selain itu, patroli ini juga berkaitan dengan persiapan pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Sebelum masuk ke tanggal 1 Desember, kita laksanakan patroli turun ke titik-titik rawan. Termasuk kemarin kami sudah rapat dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait. Ini semua bagian dari antisipasi,” katanya.

Menurutnya, aparat akan disiagakan pada beberapa momentum akhir tahun. “Saat mendekati Natal dan Tahun Baru, terutama 30 dan 31 Desember serta 1 Januari, kita siaga. Siaga itu juga melibatkan TNI-Polri,” tambahnya.

Namun Irwanto menegaskan bahwa kondisi di Merauke saat ini dalam keadaan aman. Tidak ada indikasi gangguan keamanan seperti yang sering diasosiasikan dengan tanggal 1 Desember.

“Situasi sebenarnya biasa saja, tidak ada isu lain. Tapi karena ini sudah masuk kalender kamtibmas, kegiatan patroli tetap kita laksanakan. Masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Terkait titik rawan, ia menyebut bahwa potensi gangguan lebih banyak bersifat umum, bukan terkait isu politik atau keamanan tertentu.

“Kalau dibilang rawan, ya yang biasa saja. Misalnya orang mabuk di beberapa titik dalam kota. Tapi untuk hal-hal lain sampai saat ini tidak ada. Mudah-mudahan tetap aman,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page