News Papua

Aktivis Kemanusiaan Kecam Kekerasan di Papua, Serukan Hentikan Aksi Tak Berperikemanusiaan ‎

Avatar photo
28
×

Aktivis Kemanusiaan Kecam Kekerasan di Papua, Serukan Hentikan Aksi Tak Berperikemanusiaan ‎

Sebarkan artikel ini
Social Share

Jayapura||Cendrawasi7, Rentetan insiden kekerasan yang terjadi di sejumlah wilayah Papua kembali menyita perhatian publik. Aktivis kemanusiaan, Paulinus Otniel H. Ohee, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa berdarah yang menelan korban jiwa, termasuk seorang pilot, dalam beberapa waktu terakhir.

‎Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Boven Digoel dan Korowai, serta di Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Puncak Jaya. Insiden itu dinilai semakin memperpanjang daftar kekerasan yang mencederai rasa kemanusiaan di Tanah Papua.

‎“Kami turut berduka cita atas meninggalnya para korban. Menghilangkan nyawa manusia dengan cara apa pun adalah tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan tidak bisa dibenarkan,” tegas Paulinus dalam keterangannya di Jayapura.

‎Ia mengecam keras aksi kekerasan yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menciptakan ketakutan kolektif di tengah masyarakat serta mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi warga.

‎Paulinus menegaskan, generasi muda Papua mendambakan masa depan yang damai dan bermartabat. Papua, kata dia, harus menjadi rumah bersama yang aman bagi seluruh elemen masyarakat, baik Orang Asli Papua maupun masyarakat pendatang yang hidup dan mencari nafkah di wilayah tersebut.

‎“Kami ingin Papua menjadi tanah yang penuh kedamaian dan sukacita, tanpa rasa takut, tanpa ancaman, dan tanpa kekerasan,” ujarnya.

‎Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan, khususnya Satgas Operasi Damai Cartenz dari unsur kepolisian, yang terus berupaya menjaga stabilitas keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil di wilayah rawan konflik.

‎Namun demikian, Paulinus menekankan bahwa upaya menciptakan kedamaian tidak bisa dibebankan hanya kepada aparat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga pemerintah daerah untuk bersama-sama menolak segala bentuk kekerasan.

‎“Kedamaian adalah tanggung jawab bersama. Jangan biarkan kekerasan terus menjadi wajah Papua. Mari kita jaga tanah ini tetap aman, sejuk, dan harmonis bagi semua umat manusia,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page