Berita

Wamentan Kucurkan Rp31,3 Miliar untuk Petani Merauke, Ini Rincian Bantuannya

Avatar photo
×

Wamentan Kucurkan Rp31,3 Miliar untuk Petani Merauke, Ini Rincian Bantuannya

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7. Com, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Letjen TNI (Purn) Muhammad Saleh Mustafa, melakukan kunjungan kerja ke kawasan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kampung Muram Sari, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (24/10/2026).

‎

‎Dalam kunjungan tersebut, Wamentan meninjau langsung perkembangan program cetak sawah tahun 2025 dan 2026 sekaligus menyerahkan bantuan sektor pertanian senilai Rp31,33 miliar kepada kelompok tani di Kabupaten Merauke.

‎

‎Bantuan tersebut mencakup pengolahan lahan pascakonstruksi cetak sawah, pembangunan infrastruktur irigasi, jalan usaha tani hingga sarana konservasi air untuk mendukung peningkatan produksi pertanian.

‎

‎Kegiatan yang dihadiri sekitar 400 orang, termasuk kelompok tani dan tamu undangan, itu juga menjadi kesempatan bagi pemerintah pusat untuk mendengarkan langsung berbagai kendala yang dihadapi petani, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

‎

‎Dalam peninjauannya, Muhammad Saleh Mustafa didampingi Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, Danrem 174/ATW Brigjen TNI Mustakim, Sekretaris Daerah Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu, serta Bupati Merauke Yoseph Blandip Gebze.

‎

‎Turut hadir sejumlah pejabat Kementerian Pertanian, jajaran TNI, pemerintah daerah, serta para ketua kelompok tani di Kabupaten Merauke.

‎

‎Bantuan Rp31,3 Miliar untuk Penguatan Pertanian

‎

‎Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani. Salah satu bantuan terbesar dialokasikan untuk pengolahan tanah pascakonstruksi cetak sawah seluas 14.958 hektare dengan nilai mencapai Rp13,46 miliar.

‎

‎Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan 60 unit irigasi perpompaan senilai Rp7,38 miliar, serta 13 unit irigasi perpipaan dengan anggaran Rp1,59 miliar.

‎

‎Dukungan lainnya berupa pembangunan 19 unit jalan usaha tani senilai Rp2,09 miliar, rehabilitasi 52 unit jaringan irigasi tersier sebesar Rp5,2 miliar, serta pembangunan 13 unit sarana konservasi air senilai Rp1,59 miliar.

‎

‎Secara keseluruhan, bantuan infrastruktur tersebut mencakup 157 unit dengan cakupan layanan setara 2.740 hektare lahan pertanian.

‎

‎Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat sarana produksi, memperlancar distribusi hasil panen, serta meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Merauke.

‎

‎Wamentan Sebut Merauke Berpotensi Jadi Lumbung Pangan Nasional

‎

‎Dalam arahannya, Muhammad Saleh Mustafa menegaskan bahwa Merauke memiliki peran strategis dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

‎

‎Menurutnya, potensi lahan pertanian yang luas menjadikan Papua Selatan, khususnya Kabupaten Merauke, sebagai salah satu wilayah penting dalam pengembangan kawasan pangan nasional.

‎

‎Ia bahkan menyebut tanah Papua sebagai wilayah yang diberkati dan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi pangan Indonesia.

‎

‎Wamentan juga mengapresiasi kontribusi Merauke dalam mendukung capaian ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan bahwa cadangan pangan Indonesia telah mencapai angka tertinggi hingga 5 juta ton.

‎

‎Pemerintah, kata dia, berkomitmen mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut melalui program Cetak Sawah Rakyat dan Optimasi Lahan (Oplah).

‎

‎Selain memperluas areal pertanian, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap ketersediaan sarana produksi agar petani dapat mengelola lahan secara optimal.

‎

‎Muhammad Saleh Mustafa menegaskan telah menginstruksikan seluruh jajaran pertanian untuk memastikan kebutuhan pupuk dan benih bagi petani tetap terpenuhi.

‎

‎Ia meminta petani segera menyampaikan laporan apabila mengalami kesulitan mendapatkan pupuk maupun benih, sehingga persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

‎

‎Petani Minta Perbaikan Jalan dan Irigasi

‎

‎Dalam sesi dialog, sejumlah kelompok tani menyampaikan berbagai persoalan yang masih menjadi kendala dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.

‎

‎Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah kebutuhan pembangunan dan perbaikan jalan usaha tani untuk mempermudah pengangkutan hasil panen dari lahan menuju lokasi distribusi.

‎

‎Menurut para petani, akses jalan yang memadai sangat dibutuhkan, terutama saat musim panen, agar proses pengangkutan hasil pertanian dapat berlangsung lebih lancar.

‎

‎Selain jalan, petani juga meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi jaringan irigasi, drainase, dan saluran air yang membutuhkan perbaikan.

‎

‎Perbaikan infrastruktur pengairan dinilai penting untuk memastikan kebutuhan air pada lahan pertanian dapat terpenuhi, baik pada musim kemarau maupun saat curah hujan meningkat.

‎

‎Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Wamentan dalam dialog bersama para kelompok tani, termasuk petani OAP yang turut menghadiri kegiatan.

 

Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memantau pelaksanaan program cetak sawah di Merauke, termasuk memastikan pembangunan infrastruktur pertanian berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

 

Melalui program Cetak Sawah Rakyat dan Optimasi Lahan, pemerintah berharap potensi pertanian Merauke dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat kesejahteraan petani setempat. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page