Merauke||Cendrawasi7, Pertandingan voli persahabatan antara tim Papua Selatan dan tim asal Kabupaten Kiunga, Papua Nugini (PNG), berlangsung meriah di GOR Hiad Sai, Merauke, Rabu (6/5/2026). Laga tersebut menjadi simbol eratnya hubungan persaudaraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.
Sorak penonton dan tepuk tangan meramaikan jalannya pertandingan sejak laga pembuka yang mempertemukan tim putri Papua Selatan melawan tim putri Kiunga, PNG. Suasana penuh keakraban dan sportivitas tampak mewarnai pertandingan yang digelar selama dua hari itu.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Merauke, Rekianus Samkakai, yang membuka langsung kegiatan tersebut mengatakan, pertandingan persahabatan itu tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bagian dari upaya mempererat hubungan sosial masyarakat di kawasan perbatasan.
“Ini bukan sekadar pertandingan voli, tetapi juga cerminan wajah Papua Selatan dan Kabupaten Merauke di mata negara tetangga. Karena itu, kami berharap seluruh pemain menjunjung tinggi sportivitas dan menunjukkan bahwa kita adalah tuan rumah yang baik,” ujar Rekianus.
Menurutnya, hubungan masyarakat Indonesia dan Papua Nugini, khususnya di wilayah selatan Papua, selama ini telah terjalin erat melalui hubungan kekeluargaan dan kedekatan sosial masyarakat perbatasan.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak menjaga keamanan, kenyamanan, dan kebersamaan selama pertandingan berlangsung.
“Kita ini bertetangga dan juga bersaudara. Momentum seperti ini penting untuk terus memperkuat hubungan baik yang selama ini sudah terbangun,” katanya.
Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah juga menyinggung perkembangan hubungan bilateral Indonesia dan Papua Nugini yang diproyeksikan semakin meningkat ke depan. Salah satunya melalui rencana pembukaan kantor konsulat atau perwakilan Papua Nugini di Provinsi Papua Selatan.
Saat ini, proposal pembentukan kantor perwakilan tersebut masih dalam proses pengajuan kepada Pemerintah Indonesia. Kehadiran konsulat PNG nantinya diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan mempermudah kerja sama lintas negara di berbagai bidang.
“Ke depan diharapkan kerja sama perdagangan, sosial, budaya hingga olahraga antara masyarakat perbatasan dapat semakin mudah dan terbuka,” jelasnya.
Pemerintah daerah berharap pertandingan persahabatan seperti ini dapat terus digelar secara rutin sebagai sarana memperkuat hubungan sosial dan ekonomi masyarakat di sepanjang wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
Untuk diketahui, pertandingan persahabatan tersebut berlangsung pada 6-7 Mei 2026. Pada hari pertama digelar pertandingan tim putri Papua Selatan melawan tim putri Papua Nugini serta laga tim putra Papua Selatan. Sementara pada hari kedua, tim Rajawali putra dan putri dijadwalkan menghadapi tim voli dari Papua Nugini. (*)





