EkonomiPapua Selatan

Sidak Gudang Bulog, Anggota DPD RI Soroti Gagal Panen hingga Serangan Hama di Merauke

Avatar photo
×

Sidak Gudang Bulog, Anggota DPD RI Soroti Gagal Panen hingga Serangan Hama di Merauke

Sebarkan artikel ini
0-0x0-0-0#
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Anggota DPD RI sekaligus Ketua DPD HKTI Papua Selatan, Sularso, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog Merauke untuk memastikan kondisi cadangan pangan di Papua Selatan menghadapi tahun 2026.

‎Dalam kunjungannya, Sularso menyoroti berbagai persoalan yang tengah dihadapi petani di Merauke. Mulai dari cuaca ekstrem, serangan hama, hingga banjir yang menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen dan berdampak pada menurunnya produksi padi.

‎“Saya ingin melihat langsung kondisi stok beras kita untuk tahun 2026. Di lapangan banyak petani mengalami gagal panen akibat hama, tanaman menguning, hingga kebanjiran. Ini tentu memengaruhi produksi pertanian, terutama beras,” kata Sularso. Kamis (07/05/2026).

‎Meski demikian, ia memastikan cadangan pangan Papua Selatan masih dalam kondisi aman setelah mendapat penjelasan dari pihak Bulog. Menurutnya, penyerapan gabah dan beras memang belum mencapai target, namun proses pembelian hasil panen petani masih terus berjalan secara bertahap.

‎“Cadangan pangan tahun 2026 insyaallah masih aman. Walaupun penyerapannya belum sesuai target Bulog, sedikit demi sedikit tetap ada penyerapan,” ujarnya.

‎Sularso mengatakan kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu faktor utama sulitnya mencapai target penyerapan tahun ini. Padahal pada tahun sebelumnya, capaian penyerapan Bulog bahkan mampu menembus hingga 147 persen dari target yang ditetapkan.

‎Meski menghadapi berbagai tantangan, ia menilai semangat petani Merauke untuk tetap menanam masih cukup tinggi. Karena itu, pemerintah diminta hadir lebih maksimal dalam memberikan pendampingan kepada para petani di lapangan.

‎Ia juga menyoroti minimnya pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) maupun Dinas Pertanian ketika petani menghadapi serangan hama dan perubahan cuaca ekstrem. Menurutnya, petani membutuhkan pendampingan ekstra agar tidak kebingungan mencari solusi saat tanaman mereka terserang penyakit.

‎“Petani sampai mencoba berbagai cara sendiri karena tidak tahu harus bertanya ke mana. Ada yang mencampur obat dengan tembakau dan berbagai racikan lain untuk menyelamatkan tanaman mereka,” katanya.

‎Menurut Sularso, persoalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama, termasuk menentukan varietas padi yang cocok saat curah hujan tinggi serta langkah penanganan hama yang tepat agar produksi pertanian tetap terjaga.

‎Ia juga menyinggung program optimalisasi lahan dan pembukaan lahan baru yang telah berjalan sejak 2025. Menurutnya, luas pembukaan lahan yang sudah mencapai ratusan ribu hektare seharusnya sejalan dengan peningkatan produksi beras di Merauke.

‎“Program strategis nasional ini harus benar-benar dievaluasi. Pembukaan lahan sudah besar, tetapi produksi belum meningkat sesuai harapan,” ujarnya.

‎Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Merauke, Karennu, mengatakan pihaknya terus berupaya menjaga stabilitas cadangan pangan di Papua Selatan. Hingga saat ini Bulog Merauke telah berhasil menyerap sekitar 2.000 ton beras petani lokal dari total stok yang tersedia mencapai 4.200 ton.

‎“Cadangan pangan untuk tahun 2026 insyaallah aman. Walaupun penyerapan belum sesuai target, kami terus bergerak sedikit demi sedikit,” ujar Karennu.

‎Ia mengakui target penyerapan sebesar 27.500 ton bukan hal mudah di tengah kondisi produksi petani yang menurun akibat cuaca dan serangan hama. Meski demikian, Bulog tetap optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kerja sama lintas sektor.

‎Menurutnya, Bulog telah membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri guna memastikan distribusi dan penyerapan hasil panen petani tetap berjalan maksimal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page