Papua Selatan

TNI AU Dukung Operasi Modifikasi Cuaca di Papua Selatan, 839 Titik Panas Terdeteksi

Avatar photo
×

TNI AU Dukung Operasi Modifikasi Cuaca di Papua Selatan, 839 Titik Panas Terdeteksi

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7 . Com, Sebanyak 839 titik panas terdeteksi tersebar di wilayah Papua Selatan. Kondisi ini menjadi perhatian serius di tengah kemarau panjang yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

‎

‎Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) J.A. Dimara bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

‎

‎Operasi tersebut dipusatkan di Baseops Lanud J.A. Dimara, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mulai Kamis (22/10/2026).

‎

‎Berdasarkan data BMKG yang digunakan dalam operasi, dari total 839 titik panas yang terdeteksi, sebanyak 59 titik masuk kategori rendah, 631 kategori sedang, dan 149 lainnya kategori tinggi.

‎

‎Tingginya jumlah titik panas tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan wilayah sasaran operasi modifikasi cuaca.

‎

‎Apalagi, kondisi cuaca di Papua Selatan masih relatif kering, sementara dalam 24 jam terakhir tidak tercatat adanya curah hujan di wilayah pemantauan.

‎

‎Pesawat Dikerahkan untuk Penyemaian Awan

‎

‎Dalam pelaksanaan hari pertama, tim gabungan telah melakukan satu sorti penerbangan menggunakan pesawat PK-SCG milik PT Smart Cakrawala Aviation.

‎

‎Pesawat tersebut membawa bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) atau garam yang digunakan dalam proses penyemaian awan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan.

‎

‎Penyemaian dilakukan pada wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan awan berdasarkan hasil analisis kondisi atmosfer, pemantauan cuaca, serta sebaran titik panas.

‎

‎Komandan Lanud J.A. Dimara melalui Kepala Dinas Operasi (Kadisops), Letkol Pas Subhan, M.Han., menegaskan bahwa keterlibatan TNI AU merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menangani ancaman karhutla di Papua Selatan.

‎

‎Menurutnya, sinergi antara TNI AU, BNPB, BMKG, dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam mendukung penanggulangan bencana sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan.

‎

‎Selain menyediakan dukungan operasional penerbangan, Lanud J.A. Dimara juga berperan dalam menunjang kelancaran koordinasi pelaksanaan operasi.

‎

‎Modifikasi Cuaca Berlangsung hingga 26 Oktober

‎

‎Sementara itu, Koordinator Lapangan PT Smart Cakrawala Aviation, Fais Ramadhan, menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Oktober 2026.

‎

‎Meski demikian, pelaksanaan penerbangan tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan menyesuaikan kondisi atmosfer dan hasil pemantauan cuaca.

‎

‎Tim terlebih dahulu menganalisis potensi pertumbuhan awan sebelum menentukan waktu dan lokasi penyemaian.

‎

‎Selain mempertimbangkan kondisi cuaca, kesiapan pesawat, ketersediaan bahan semai, serta keselamatan penerbangan menjadi perhatian utama selama operasi berlangsung.

‎

‎Melalui operasi tersebut, tim gabungan berharap peluang terjadinya hujan di wilayah Papua Selatan dapat meningkat sehingga membantu mengurangi risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

‎

‎Operasi modifikasi cuaca ini juga menjadi salah satu langkah penanganan karhutla di tengah kondisi kemarau panjang yang masih melanda sejumlah wilayah Papua Selatan. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page