Provinsi Papua selatan

Tim Komisi IV DPR RI Tinjau Lahan Pertanian di Salor Merauke

Avatar photo
283
×

Tim Komisi IV DPR RI Tinjau Lahan Pertanian di Salor Merauke

Sebarkan artikel ini
Social Share

MERAUKE_C7.com

Tim Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan kunjungan ke lahan pertanian di Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Sabtu (7/12/2024).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan perkembangan sektor pertanian di daerah tersebut.

Selama kunjungan, tim yang didampingi Penjabat Gubernur Papua Selatan, Rudy Sufahriadi, serta jajaran Forkopimda provinsi Papua Selatan, bertemu dengan para petani setempat. Dalam kesempatan tersebut, Rudy Sufahriadi mengungkapkan harapannya agar kegiatan pertanian di Salor dapat memberikan hasil yang optimal.

“Selamat bertani, semoga kedatangan tim dari Komisi IV DPR RI membawa berkah bagi kita semua,” ujar Rudy di hadapan para petani.

Dalam kesempatan yang sama, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, yang memimpin Tim Wasgiat Satgas Pangan Mabes TNI, menyampaikan laporan mengenai kemajuan konstruksi dan pengolahan lahan pertanian. Menurutnya, pekerjaan konstruksi telah selesai 100 persen dengan luas lahan mencapai 40 ribu hektar. Dari total lahan tersebut, sebanyak 24.427 hektar telah diproses, yang mencakup sekitar 60 persen dari target.

“Tanaman yang sudah ditanam saat ini mencapai 13.144 hektar, sekitar 32,87 persen, dan panen baru mencapai 21 persen,” kata Ahmad Rizal.

Dalam upaya mendukung kegiatan pertanian, kata Ahmad Rizal, pihaknya telah menyediakan berbagai alat pertanian, seperti 35 unit traktor roda dua, 20 unit combine harvester, 20 unit translenter, 137 unit pompa air, dan 113 unit traktor roda empat. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Salor.

Dia juga menyampaikan bahwa dengan optimalisasi lahan yang ada, kini petani dapat melakukan 3 hingga 4 kali panen dalam setahun. “Dengan dua ton per hektar, jika ditanam di 40 ribu hektar, hasilnya bisa mencapai 240 ribu ton,” ujarnya optimis.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memajukan sektor pertanian di Papua Selatan dan memastikan keberlanjutan ketahanan pangan di wilayah tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page