Berita

Syukuran dan Tradisi Adat Empat Suku Botawa Tandai Dimulainya Pembangunan Yon TP 860 di Waropen

Avatar photo
115
×

Syukuran dan Tradisi Adat Empat Suku Botawa Tandai Dimulainya Pembangunan Yon TP 860 di Waropen

Sebarkan artikel ini
Social Share

WAROPEN||Cendrawasi7, Bertempat di lokasi lahan pembangunan Yon TP 860 Kampung Botwa, Distrik Oudate, Kabupaten Waropen, Provinsi Papua, telah dilaksanakan acara Syukuran dan Prosesi Tradisi Adat Empat (4) Suku Besar Botawa dalam rangka pembukaan pembangunan Yon TP 860. Kegiatan adat ini dipimpin langsung oleh Yakob Moreni, selaku Kepala Suku Besar Botawa, sebagai bentuk restu adat dan penegasan dukungan penuh masyarakat adat terhadap pembangunan satuan TNI tersebut.Rabu(17/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Danramil 1709-03/Warbah Mayor Cke Yusuf Rinding, Dan Unit Intel Kodim 1709/Yawa Lettu Inf Esrom Rurun, para Babinsa Koramil 1709-03/Warbah, serta perwakilan dari pihak pelaksana pembangunan yakni Toupik Suprianto (Project Manager PT. Karya Properti Indonesia), Sugiarto (Staf Kantor Pusat PT. Karya Properti Indonesia), W. Zaenal Abidin (Site Manager), dan Ari Anggi Saputra (Konsultan Perencana PT. Multi Karadiguna). Turut hadir pula Pdt. Matias Tanati selaku tokoh agama Kabupaten Waropen serta Ferat Imbiri, Kepala Suku Saponi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembersihan lahan secara simbolis yang dilakukan oleh Kepala Suku Besar Botawa bersama perwakilan empat suku. Selanjutnya dilaksanakan prosesi tradisi adat Suku Besar Botawa sebagai wujud permohonan izin dan restu kepada leluhur serta nenek moyang atas dimulainya pembangunan Yon TP 860 di tanah adat Botawa.

Dalam pernyataan sikapnya, Yakob Moreni menegaskan bahwa masyarakat adat Botawa bersama empat suku yang mendiami wilayah Distrik Oudate menerima dan mendukung sepenuhnya pembangunan Yon TP 860 di atas tanah adat mereka. Ia menegaskan bahwa tanah tersebut adalah milik sah masyarakat adat Botawa dan bukan milik pihak lain. Melalui prosesi adat dan acara syukuran yang dilaksanakan, masyarakat adat menyatakan bahwa pembangunan Yon TP 860 dapat terus berjalan tanpa hambatan.

Yakob Moreni juga menyampaikan bahwa pembangunan Yon TP 860 merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi anak cucu masyarakat Botawa, serta menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta imbalan materi apa pun dari TNI. Ia menyatakan kesiapan masyarakat adat untuk membuat surat pelepasan tanah secara resmi, serta menegaskan bahwa tidak akan ada pihak mana pun yang diperkenankan mengganggu pembangunan tersebut.

Sebagai bagian dari kesepakatan adat, masyarakat Botawa berharap agar ke depan pihak TNI dapat memberikan perhatian kepada putra-putri daerah yang berminat mengikuti seleksi TNI, sehingga kelak dapat kembali mengabdi dan bertugas di wilayah mereka sendiri.

Prosesi syukuran dan tradisi adat ini menggunakan rokok anggur kupu, sirih, dan pinang sebagai simbol penanda dimulainya pembangunan Yon TP 860, sesuai dengan adat dan budaya Suku Besar Botawa. Adapun empat suku besar yang hadir dan secara resmi membuka lokasi pembangunan Yon TP 860 yaitu Suku Woria, Suku Saponi, Suku Nubuai, dan Suku Oa.

Mewakili Komandan Kodim 1709/Yawa, Danramil 1709-03/Warbah Mayor Cke Yusuf Rinding menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat adat Botawa atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada TNI. Ia menegaskan bahwa kehadiran Yon TP 860 nantinya diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi keamanan wilayah serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Waropen.

Dengan terlaksananya acara syukuran dan tradisi adat ini, pembangunan Yon TP 860 di Kampung Botawa secara resmi dimulai dengan restu adat dan dukungan penuh dari masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page