Papua Selatan

Sulit Air Bersih, SD Inpres Semangga 3 Terbantu Pembangunan Sumur Bor

Avatar photo
×

Sulit Air Bersih, SD Inpres Semangga 3 Terbantu Pembangunan Sumur Bor

Sebarkan artikel ini
Social Share

MERAUKE || Cendrawasi7 – Kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau, menjadi salah satu persoalan yang selama ini dihadapi SD Inpres Semangga 3 di Kampung Marga Mulya, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kini, persoalan tersebut diharapkan dapat terbantu dengan pembangunan sumur bor melalui karya bakti TNI AD Kodim 1707/Merauke.

‎

‎Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia meninjau langsung pembangunan sumur bor tersebut, Rabu (26/8/2026). Pangdam bersama rombongan tiba di sekolah sekitar pukul 10.48 WIT untuk melihat progres pembangunan fasilitas penyediaan air bersih bagi siswa dan warga sekolah.

‎

‎Di sela peninjauan, Pangdam berdialog dengan kepala sekolah dan para guru untuk mengetahui kondisi sekolah. Ia kemudian menyempatkan diri menyapa dan berbincang dengan sejumlah siswa.

‎

‎Kepada para siswa, Pangdam berpesan agar mereka tekun belajar dan disiplin, baik di sekolah maupun di rumah.

‎

‎“Belajar di rumah, belajar juga di sekolah. Kalau ada PR atau pekerjaan rumah, harus diselesaikan. Harus rajin dan disiplin,” pesan Pangdam.

‎

‎Dalam perbincangan tersebut, Pangdam juga menanyakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketika ditanya apakah mereka sudah menerima MBG, para siswa menjawab belum.

‎

‎Pangdam turut menggali informasi mengenai kondisi tenaga pendidik dan fasilitas belajar. Pihak sekolah menyampaikan saat ini terdapat 11 guru dengan enam ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

‎

‎Kepala SD Inpres Semangga 3, Petrus Bato, menyambut baik pembangunan sumur bor tersebut. Menurutnya, keberadaan sumber air sangat dibutuhkan sekolah karena kesulitan mendapatkan air bersih kerap dirasakan ketika memasuki musim kemarau.

‎

‎“Terima kasih kepada Bapak Pangdam dan juga Bapak Presiden Republik Indonesia yang memiliki program penyediaan air bersih di seluruh Indonesia, termasuk bagi kami di Kampung Marga Mulya, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke,” ujar Petrus.

‎

‎Selama ini, kata Petrus, pihak sekolah terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika musim kemarau. Untuk satu tangki air, sekolah harus mengeluarkan biaya sekitar Rp250 ribu.

‎

‎“Dengan adanya sumur bor ini, tentu sangat membantu mengurangi pengeluaran sekolah untuk kebutuhan air,” katanya.

‎

‎Pembangunan sumur bor itu juga mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Petrus mengatakan sejumlah warga telah menanyakan kemungkinan ikut memanfaatkan sumber air tersebut setelah nantinya beroperasi.

‎

‎Pihak sekolah pun berharap manfaat sumur bor tidak hanya dirasakan siswa dan guru, tetapi juga dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekitar selama kapasitas air memungkinkan.

‎

‎Namun, kebutuhan SD Inpres Semangga 3 tidak hanya menyangkut air bersih. Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah turut menyampaikan kepada Pangdam mengenai keterbatasan sejumlah sarana dan prasarana pendidikan.

‎

‎Beberapa fasilitas yang hingga kini belum tersedia antara lain rumah guru, laboratorium, ruang kantor, serta ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

‎

‎Sekolah saat ini memiliki enam ruang kelas. Sementara ruang perpustakaan terpaksa dialihfungsikan menjadi kantor karena belum tersedia ruangan khusus untuk administrasi sekolah.

‎

‎Kondisi itu berdampak pada pemanfaatan perpustakaan sebagai sarana pendukung pembelajaran. Program peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa yang seharusnya dapat memanfaatkan perpustakaan belum bisa berjalan secara maksimal karena ruangan tersebut digunakan sebagai kantor.

‎

‎Petrus mengatakan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah sebenarnya telah disampaikan kepada pemerintah daerah dan dicantumkan dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

‎

‎Pihaknya berharap kunjungan Pangdam dapat ikut membuka perhatian terhadap kebutuhan SD Inpres Semangga 3, baik melalui program TNI maupun dukungan pemerintah daerah.

‎

‎“Apabila ada program pembangunan atau bantuan sarana dan prasarana, kami berharap sekolah kami dapat diperhatikan,” ujarnya.

‎

‎Petrus menyadari masih banyak sekolah dan masyarakat yang membutuhkan perhatian serupa. Meski demikian, ia berharap fasilitas SD Inpres Semangga 3 dapat dilengkapi secara bertahap sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page