Papua Selatan

Kampung Urumb Disiapkan Jadi Lokasi Pembangunan Markas Kodam XXIV/Mandala Trikora ‎

Avatar photo
×

Kampung Urumb Disiapkan Jadi Lokasi Pembangunan Markas Kodam XXIV/Mandala Trikora ‎

Sebarkan artikel ini
Social Share

‎MERAUKE || Cendrawasi7 – Rencana pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Kodam) XXIV/Mandala Trikora di Papua Selatan terus berproses. Kampung Urumb, Kabupaten Merauke, kini disiapkan sebagai lokasi pembangunan markas karena dinilai memiliki lahan yang lebih luas dan memadai untuk mendukung kebutuhan Kodam.

‎

‎Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia mengatakan, Kampung Urumb dipilih setelah melalui pertimbangan terhadap sejumlah alternatif lokasi, termasuk Salor dan kawasan pusat pemerintahan.

‎

‎Menurut Frits, lahan yang tersedia di Kampung Urumb mencapai lebih dari 50 hektare. Luasan tersebut dinilai lebih ideal untuk pengembangan kompleks Kodam, tidak hanya untuk pembangunan markas, tetapi juga perumahan prajurit hingga kebutuhan satuan batalyon.

‎

‎Sementara itu, lahan di lokasi alternatif sebelumnya hanya memiliki luas sekitar 30 hektare lebih. Luasan tersebut dinilai belum cukup untuk mengakomodasi kebutuhan pengembangan Kodam dalam jangka panjang.

‎

‎“Kalau di Urumb itu lahannya lebih dari 50 hektare. Itu lebih memungkinkan karena kita juga membutuhkan tempat untuk perumahan prajurit dan batalyon,” ujar Frits usai mengikuti video conference (vidcon) di Kampung Marga Mulya, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Rabu (26/8/2026).

‎

‎Selain mempertimbangkan luas lahan, proses penyiapan lokasi juga telah mendapat dukungan masyarakat setempat. Frits menyebut lima marga pemilik hak ulayat telah memberikan persetujuan terhadap rencana pembangunan Markas Kodam XXIV/Mandala Trikora di wilayah tersebut.

‎

‎Sejumlah persoalan administrasi terkait lahan juga telah dibahas melalui rapat bersama di Jakarta. Pertemuan itu melibatkan TNI Angkatan Darat, Kementerian Pertahanan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta Kementerian Keuangan.

‎

‎Setelah pembahasan administrasi tersebut, proses penyiapan lahan kini berlanjut ke tahap survei dan pengukuran untuk memastikan luas serta batas-batas lahan yang akan digunakan.

‎

‎Frits mengatakan, pengukuran dijadwalkan dilakukan pada pekan ini oleh jajaran Kantor Wilayah ATR/BPN. Hasil pengukuran nantinya menjadi bagian penting dalam proses penyiapan lahan sebelum rencana pembangunan memasuki tahapan berikutnya.

‎

‎Dengan berlangsungnya tahapan survei dan pengukuran tersebut, rencana pembangunan Markas Kodam XXIV/Mandala Trikora di Kampung Urumb semakin mengerucut setelah melalui proses penentuan lokasi, dukungan pemilik hak ulayat, hingga koordinasi lintas kementerian dan lembaga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page