Provinsi Papua selatan

Semarak Hardiknas Merauke Dorong Lulusan Siap Kerja dan Berdaya Saing ‎

Avatar photo
114
×

Semarak Hardiknas Merauke Dorong Lulusan Siap Kerja dan Berdaya Saing ‎

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Merauke dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk mendorong lahirnya sumber daya manusia (SDM) unggul sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda.

‎Ketua Panitia Semarak Hardiknas 2026 yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Romanus Kande Kahol, menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi gerakan bersama lintas sektor. Melalui berbagai kegiatan yang digelar, pemerintah daerah berupaya menghadirkan ruang edukatif dan kompetitif yang berdampak langsung bagi siswa dan masyarakat.

‎“Hardiknas bukan hanya peringatan tahunan, tetapi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa pendidikan adalah kunci mencetak generasi yang berdaya saing dan berkarakter,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

‎Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Surat Keputusan Bupati Merauke Nomor 100.3.3.2/742/Tahun 2026. Selain itu, program ini juga menindaklanjuti hasil monitoring Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun 2025 terkait rendahnya serapan lulusan vokasi di dunia usaha dan industri. Karena itu, sinergi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja diperkuat agar lulusan dapat terserap di perusahaan mitra pembangunan.

‎Mengusung tema “Generasi Muda Hebat, Merauke Sejahtera”, Semarak Hardiknas 2026 dirancang untuk meningkatkan prestasi siswa, mengembangkan bakat akademik dan non-akademik, serta mempromosikan pendidikan vokasi melalui ekspo SMK. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan job fair dan layanan pembuatan kartu pencari kerja (AK1) guna memperluas akses kerja bagi masyarakat.

‎Rangkaian kegiatan berlangsung pada 27–29 April 2026, dengan puncak acara pada 2 Mei 2026 yang diisi upacara bendera, resepsi, serta penyerahan hadiah. Kegiatan dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Merauke dan didukung sejumlah lokasi lain, seperti Kantor Dinas Pendidikan serta SMA Negeri 2 Merauke.

‎Berbagai agenda disiapkan untuk memeriahkan kegiatan ini, mulai dari ekspo SMK yang menampilkan karya siswa dan lomba debat Bahasa Inggris, job fair yang mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha, hingga lomba cerdas cermat MIPA dan Bahasa Inggris tingkat SMP dan SMA/SMK. Selain itu, galeri UMKM dan pasar murah juga dihadirkan melalui kolaborasi lintas dinas guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

‎Kegiatan ini melibatkan siswa SMP, SMA, dan SMK, pencari kerja, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum. Untuk menjaga kualitas, panitia menggandeng juri eksternal profesional, dengan hadiah berupa uang tunai, trofi, dan piagam penghargaan bagi para pemenang.

‎Sementara itu, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menegaskan bahwa Hardiknas harus menjadi ruang refleksi untuk menilai kesiapan daerah dalam menghadapi masa depan, khususnya menuju Indonesia Emas 2045.

‎“Hardiknas bukan sekadar seremonial. Ini saatnya kita menata kembali apa yang sudah dilakukan dalam mempersiapkan generasi bangsa agar mampu menjawab tantangan ke depan,” tegasnya.

‎Menurutnya, pendidikan memiliki peran sentral dalam pembangunan, tidak hanya sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membentuk karakter dan kualitas SDM yang siap bersaing di tingkat global.

‎Ia juga menekankan pentingnya keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Melalui kegiatan seperti ekspo dan job fair, para siswa—khususnya SMK—diharapkan memiliki gambaran jelas mengenai masa depan setelah lulus.

‎“Jangan sampai anak-anak kita selesai sekolah tetapi tidak tahu arah. Kita harus hadir membimbing dan membuka akses agar mereka memiliki orientasi yang jelas,” ujarnya.

‎Bupati turut mengapresiasi keterlibatan hampir seluruh SMK di Merauke dalam kegiatan ini. Hal itu dinilai sebagai bukti komitmen bersama dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja dan mampu bersaing.

‎Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa akses pendidikan saja tidak cukup. Yang terpenting adalah memastikan lulusan mampu bertahan hidup, produktif, dan berkontribusi dalam pembangunan.

‎“Kalau pendidikan mereka baik, kita pastikan masa depan mereka juga lebih baik,” katanya.

‎Di akhir sambutannya, Bupati menyinggung besarnya potensi Merauke, khususnya di sektor pertanian dengan luas lahan yang dimiliki. Ia mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan potensi tersebut melalui dukungan SDM yang berkualitas.

‎“Ke depan, pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Semua elemen masyarakat harus terlibat, dan itu dimulai dari pendidikan yang kuat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page