BeritaNews Papua

Sekolah Diliburkan Karena Banjir, Anak Sekolah Batal Mengikuti Peniliaian Tengah Semester (PTS)

Avatar photo
205
×

Sekolah Diliburkan Karena Banjir, Anak Sekolah Batal Mengikuti Peniliaian Tengah Semester (PTS)

Sebarkan artikel ini
Social Share

SORONG||CENDRAWASIH7, Sekolah Diliburkan Karena Banjir, Anak Sekolah Batal Mengikuti Penilaian Tengah Semester (PTS), dari pantauan Awak media, ada beberapa Sekolah Dasar

di Kab. Sorong, terpaksa diliburkan karena sekolah banjir, salah satunya yang sering kena dampak banjir adalah Sekolah Dasar  (SD) Impres 18 Kab. Sorong Papua Barat Daya

Kepada awak media salah satu orang tua murid Ibu hesty mengeluhkan banjir yang sering terjadi di sekolah ankanya SD Impres 18, “sebagi orang tua kami merasa resah dengan keadaan banjir yang sering menggagu aktifitas belajar anak saya.

Contoh hari ini, mereka seharusnya mengikuti (PTS) tapi karena kondisi sekolah banjir maka pihak sekolah meliburkan anak-anak.

“Ia juga, meminta kepada Pemerintah Kab. Sorong, agar memberi perhatian terkait sekolah SD Impres 18 Kab. Sorong, kalau pemerintah tidak memperhatikan siapa lagi yang harus bertanggung jawab

anak-anak butuh fasilitas sekolah yang memadai serta bersih, bagaiman mereka bisa nyaman belajar kalau setiap musim hujan sekolah mereka banjir

Awak mediapun coba mengkonfirmasi kepada salah satu guru, “ia menjelaskan seperti inilah kondisi sekolah kami jika musim hujan, mau tidak mau kami harus meliburkan anak-anak karena kondisi kelas banjir.

Terkait hal ini Ketua Daerah Pemuda Tri Karya  Jimbris Ragho S.Th, S.PAK. CFLE angkat bicara, kepada awak media ia meminta kepada pemerintah Kab. Sorong, agar lebih memperhatikan sekolah-sekolah yang sering kena dampak banjir

” Jimbris juga menambahkan, “salah satu penyebab banjir di Kab. Sorong, Maraknya pencucian pasir ditepi aliran sungai, membuat sungai menjadi dangkal dan berakibat banjir

“ia meminta Pemerintah agar menindak tegas pengusaha cucian pasir, serta menertibkan bisnis ini, kami juga menduga bahwa ada usaha galian C yang tidak memiliki ijin, tetap melakukan kegiatan dengan bebas

dan pemerintah terkesan tutup mata, kami menduga pemerintah melakukan pembiaran terhadap aktifitas galian C yang marak dan ada illegal , “Tutup Jimbris

Reporter||@Todingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page