Merauke, Cendrawasi7.com – Pemerintah Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama dua hari, 15–16 Oktober 2026, untuk memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah melonjaknya harga sejumlah komoditas pangan.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian serius pemerintah adalah cabai. Dalam beberapa pekan terakhir, harga cabai di Merauke dilaporkan melonjak hingga mencapai Rp140 ribu sampai Rp150 ribu per kilogram.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan di tengah musim kemarau yang turut berdampak pada produksi sejumlah komoditas pertanian, termasuk sayur-mayur.
Mewakili Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Merauke, Martaha Bayu mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan upaya pemerintah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
”Kami melihat ada beberapa produk pangan yang mengalami fluktuasi kenaikan harga. Melalui gerakan pangan murah ini, kami berharap ketersediaan produk pangan dapat terjaga dan masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang wajar,” ujar Martaha, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan sekitar tujuh distributor pangan, 40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kelompok binaan Dinas Perikanan.
Selain itu, sejumlah petani Orang Asli Papua (OAP) dan kelompok wanita tani turut ambil bagian dengan memasarkan berbagai hasil pertanian lokal.
Kehadiran petani OAP menjadi salah satu daya tarik kegiatan tersebut. Berbagai jenis sayuran hasil pertanian mereka dijual dengan harga terjangkau, sekaligus membuka kesempatan bagi petani lokal untuk memperluas pemasaran hasil panen.
Gerakan Pangan Murah ini juga mendapat dukungan Bank Papua melalui pemberian subsidi harga pada sejumlah komoditas pangan.
Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih ringan dibandingkan harga pasar.
Harga Cabai Melonjak, Pemkab Merauke Jajaki Pasokan dari Jayapura
Di sisi lain, TPID Merauke terus mencari solusi untuk mengendalikan harga cabai yang mengalami kenaikan cukup tajam.
Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah kerja sama antardaerah dengan Pemerintah Kota Jayapura guna memperkuat pasokan cabai ke Merauke.
Martaha menjelaskan, proses kerja sama tersebut ditargetkan selesai pada akhir Oktober 2026 sebelum ditandatangani oleh Bupati Merauke dan Wali Kota Jayapura.
Melalui kerja sama itu, pemerintah berharap dapat memanfaatkan dukungan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dari Bank Indonesia untuk menekan biaya pengiriman komoditas pangan antardaerah.
Namun, rencana tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Berdasarkan hasil pengecekan, pasokan cabai di Jayapura ternyata juga masih bergantung pada pengiriman dari daerah lain, termasuk Surabaya.
”Kami berharap ketika harga cabai di Merauke tinggi karena pasokan berkurang, kita bisa memperoleh tambahan pasokan dari Jayapura. Namun, kalau Jayapura juga mengalami kekurangan pasokan, tentu kita perlu mencari alternatif dari daerah lain,” jelasnya.
Tidak hanya Jayapura, TPID Merauke juga telah melakukan penjajakan ke Makassar untuk melihat kemungkinan mendatangkan cabai dari wilayah tersebut.
Meski demikian, rencana pengiriman belum dapat direalisasikan karena pemerintah masih harus memastikan adanya pihak ketiga atau *offtaker* yang bersedia menampung dan mendistribusikan komoditas tersebut di Merauke.
Pemerintah daerah berharap berbagai langkah tersebut dapat menjadi solusi dalam menjaga ketersediaan pangan, terutama menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Pasalnya, peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan berpotensi mendorong kenaikan harga apabila tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang memadai.
Melalui Gerakan Pangan Murah dan penjajakan kerja sama distribusi antardaerah, TPID Merauke berupaya menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap terkendali sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses pangan dengan harga terjangkau. (C7)





