BeritaEkonomi

Ribuan Kilo Cengkeh Natuna Diperiksa, Karantina Jamin Kualitas dan Kesehatan ‎

Avatar photo
26
×

Ribuan Kilo Cengkeh Natuna Diperiksa, Karantina Jamin Kualitas dan Kesehatan ‎

Sebarkan artikel ini
Social Share

Natuna||Cendrawasi7, Komoditas cengkeh asal Natuna, Kepulauan Riau, kembali dilirik pasar luar daerah. Dikenal memiliki cita rasa khas, cengkeh (Eugenia aromatica) dari wilayah ini diminati pelaku usaha, salah satunya di Surabaya.

‎Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melalui Satuan Pelayanan Pelabuhan Laut Natuna melakukan pemeriksaan ketat terhadap komoditas tersebut sebelum diberangkatkan menggunakan KM Bukit Raya pada 23 April.

‎Pemeriksaan dilakukan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Tahapannya meliputi pemeriksaan administratif serta pemeriksaan kesehatan komoditas.

‎Secara administratif, petugas memastikan kelengkapan, kebenaran, dan keabsahan dokumen. Sementara pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan mengecek kondisi fisik cengkeh guna memastikan tidak terdapat Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

‎Kepala Karantina Kepri, Hasim, menegaskan pemeriksaan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga mutu komoditas pertanian yang dilalulintaskan antarwilayah.

‎“Karantina berkomitmen penuh memastikan setiap komoditas yang dikirim dalam kondisi sehat dan layak. Setelah seluruh tahapan pemeriksaan terpenuhi, barulah diterbitkan sertifikat kesehatan,” ujar Hasim dalam keterangannya.

‎Dalam pengiriman kali ini, tercatat sebanyak 7.000 kilogram cengkeh dikemas dalam 111 karung, terdiri dari 94 karung cengkeh dan 17 karung tangkai cengkeh. Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, komoditas tersebut memperoleh Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-3) sebagai syarat pelalulintasan.

‎Pengiriman ini turut memperkuat potensi sektor perkebunan di Natuna, yang selama ini lebih dikenal dengan kekuatan sektor kelautan dan perikanan. Aktivitas distribusi komoditas ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani lokal.

‎Hasim pun mendorong pelaku usaha di Kepulauan Riau untuk terus mengembangkan dan memasarkan komoditas unggulan daerah.

‎“Kami mengajak seluruh pelaku usaha untuk mengoptimalkan potensi komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Namun, setiap pengiriman wajib melalui prosedur dan lapor karantina,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page