Provinsi Papua selatan

Ratusan Warga Wonorejo Hadiri Safari Ramadhan, Pemprov Papua Selatan Tegaskan Komitmen Pelayanan ‎

Avatar photo
132
×

Ratusan Warga Wonorejo Hadiri Safari Ramadhan, Pemprov Papua Selatan Tegaskan Komitmen Pelayanan ‎

Sebarkan artikel ini
Social Share

MERAUKE||Cendrawasi7, Pemerintah Provinsi Papua Selatan melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah dengan menggelar kegiatan hari kedua di Masjid Attaqwa Kampung Wonorejo, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Rabu (25/2/2026). Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah tetap menyalurkan bantuan pembangunan masjid senilai Rp100 juta serta membagikan 500 paket sembako kepada warga.

‎Bantuan dana pembangunan tersebut diterima langsung oleh Pengurus Kesejahteraan Masjid (PKM) Attaqwa. Selain itu, kegiatan dirangkai dengan buka puasa bersama ratusan umat Muslim dan masyarakat Distrik Kurik yang memadati halaman masjid sejak sore hari.

‎Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, hadir bersama jajaran pimpinan daerah dan unsur Forkopimda. Turut mendampingi Ketua DPRP Papua Selatan Heribertus S. Silubun, Ketua MUI Papua Selatan Abdu Awal Gebze, Ketua PWNU Papua Selatan KH Muhammad Arifin, Anggota DPD RI Sularso, serta anggota DPRP Papua Selatan Charles Gomar dan Susanti.

‎Dalam sambutannya, Apolo menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum pengendalian diri dari berbagai godaan yang dapat menjerumuskan manusia pada kesalahan.

‎“Ramadan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi bagaimana kita mengendalikan diri dari sumber-sumber dosa, baik yang datang dari dalam diri maupun dari tekanan lingkungan sosial,” tegasnya.

(Masyarakat Kampung Wonorejo)

‎Ia menyoroti kecenderungan masyarakat yang kerap memaksakan diri memenuhi keinginan materi karena dorongan gengsi sosial. Menurutnya, sikap tersebut dapat melahirkan kesombongan dan menjauhkan manusia dari sesama maupun dari Tuhan.

‎“Kalau kita lihat tetangga punya motor, kita juga memaksa harus punya motor. Lihat orang lain punya televisi, kita juga ingin, meski di luar kemampuan. Keinginan berlebihan inilah yang memicu kesombongan hati,” ujarnya.

‎Gubernur mengingatkan, kesombongan membuat seseorang merasa lebih hebat, lebih pintar, dan lebih berhak dibanding orang lain. Padahal, sikap itu justru menjauhkan manusia dari nilai-nilai spiritual dan solidaritas sosial.

‎Karena itu, ia mengajak umat Muslim menjadikan Ramadan sebagai waktu memulihkan relasi dengan diri sendiri, sesama, dan Sang Pencipta. Caranya melalui puasa sebagai latihan pengendalian diri, memperbanyak sedekah untuk kaum duafa, serta meningkatkan kualitas doa.

‎“Puasa adalah bentuk pengendalian diri. Sedekah memperbaiki hubungan sosial kita. Dan doa adalah komunikasi kita dengan Yang Maha Kuasa, mengakui bahwa kita tidak ada apa-apanya di hadapan-Nya,” katanya.

‎Apolo juga menegaskan bahwa meskipun pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran yang berdampak hingga ke tingkat kampung, komitmen pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.

‎Safari Ramadhan ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah berupaya menjaga kehadiran negara di tengah masyarakat, tidak hanya melalui program pembangunan fisik, tetapi juga penguatan nilai keagamaan dan solidaritas sosial. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page