Provinsi Papua selatan

Ratas Komite Papua Bahas Penanganan Pasca Penembakan Pesawat di Danowage ‎

Avatar photo
72
×

Ratas Komite Papua Bahas Penanganan Pasca Penembakan Pesawat di Danowage ‎

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap insiden penembakan pesawat perintis di pedalaman Papua Selatan. Komite Eksekutif Percepatan Otonomi Khusus Pembangunan Papua menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas penanganan pascainsiden penembakan pesawat PT Smart Air Aviation di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel.

‎Ratas tersebut digelar pada Kamis (19/2/2026), menyusul permintaan keterangan dari Istana Kepresidenan terkait langkah-langkah penanganan pemerintah daerah pascaaksi kekerasan yang menewaskan pilot dan co-pilot pesawat perintis tersebut.

‎Hal itu disampaikan Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dalam keterangan yang diterima, Jumat (20/2/2026).

‎“Rapat terbatas ini membahas secara khusus penanganan pasca penembakan di Kampung Danowage yang terjadi pada Rabu (11/2) lalu,” ujar Apolo.

‎Menurut Apolo, ratas digelar karena pemerintah pusat ingin memastikan respons pemerintah daerah berjalan cepat dan terkoordinasi, terutama dalam melindungi warga sipil serta aparatur negara yang bertugas di wilayah rawan konflik.

‎Ia menjelaskan, saat insiden terjadi, Distrik Yaniruma menjadi lokasi bertugas sejumlah tenaga kesehatan. Aksi baku tembak antara aparat TNI/Polri dan kelompok bersenjata memicu kepanikan warga, termasuk aparatur sipil negara (ASN) di sektor kesehatan.

‎“Banyak warga pendatang mengungsi. Tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, dan nakes lainnya juga ikut dievakuasi,” katanya.

‎Apolo menyebutkan, total tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah tersebut berjumlah 31 orang. Dari jumlah itu, 29 orang dievakuasi keluar wilayah Yaniruma, sementara dua lainnya memilih tetap tinggal karena merupakan warga asli setempat.

‎“Evakuasi langsung kami lakukan hari itu juga. Sebanyak 29 nakes dipulangkan dari Yaniruma ke Distrik Senggo, Kabupaten Mappi, lalu menggunakan speedboat ke Kepi, dan selanjutnya menuju Tanah Merah, Boven Digoel,” jelasnya.

‎Sementara itu, aparatur distrik di Yaniruma telah ditangani oleh Bupati Boven Digoel dan seluruhnya sudah tiba di Tanah Merah. Pemerintah memastikan seluruh pengungsi berhasil dievakuasi dan situasi keamanan tetap terkendali.

‎Langkah cepat Pemerintah Provinsi Papua Selatan tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri. Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menilai respons sigap pemerintah daerah krusial untuk menjamin keselamatan aparatur dan keberlangsungan pelayanan publik.

‎“Kami menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Selatan dan para bupati se-Papua Selatan yang cepat melakukan penanganan terhadap para pengungsi, termasuk guru dan tenaga kesehatan yang sedang bertugas,” ujar Ribka di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

‎Ia menegaskan, koordinasi cepat antara pemerintah daerah dan unsur terkait menjadi kunci dalam meredam dampak lanjutan insiden keamanan di lapangan. Kemendagri, lanjutnya, terus membangun komunikasi intensif guna memastikan langkah lanjutan berjalan terarah dan terkoordinasi.

‎Sebagai informasi, pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR ditembak saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai Batu, Kampung Danowage, Rabu (11/2/2026). Pesawat tersebut terbang dari Tanah Merah dengan membawa 13 penumpang.

‎Pilot dan co-pilot bersama para penumpang sempat melarikan diri ke hutan. Namun, pilot dan co-pilot kemudian ditemukan oleh para penyerang dan dieksekusi hingga meninggal dunia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page