Mappi||Cendrawasi7, Sebanyak 33 orang tenaga kesehatan (nakes), guru, pegawai distrik, serta tenaga teknisi dievakuasi dari wilayah Senggo, Distrik Citak Mitak, menuju Kepi, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, Kamis (12/2/2026).
Rombongan pengungsi tiba di Pelabuhan Misi, Distrik Obaa, sekitar pukul 15.58 WIT menggunakan delapan unit speed boat bermesin 40 PK. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Bupati Mappi H. Sanusi bersama Kapolres Mappi Kompol Suparmin, Pasipers Kodim 1704/Mappi Kapten Inf Yudiyanto, serta sejumlah kepala OPD dan personel pengamanan dari Polres Mappi.
Evakuasi tersebut dikawal aparat gabungan sejak keberangkatan dari Senggo, yakni dua personel Koramil 1704-03/Senggo dipimpin Danramil Kapten Inf V.L. Cendra Wahyuni, dua anggota Polsek Citak Mitak yang dipimpin Kapolsek Ipda Imam Bukhari, serta satu staf Distrik Citak Mitak.
Mayoritas Tenaga Pelayanan Publik
Dari total 33 orang pengungsi, sebagian besar merupakan tenaga kesehatan Puskesmas Yaniruma dan guru yang bertugas di Distrik Yaniruma. Selain itu terdapat tim Inspektorat dari Kabupaten Boven Digul, pegawai distrik, teknisi Telkomsel Bakti, serta seorang sopir puskesmas.
Mereka diketahui mengungsi untuk mencari perlindungan setelah muncul informasi terkait insiden penembakan di wilayah Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma.
Pemda Siapkan Pemulangan
Wakil Bupati Mappi H. Sanusi dalam keterangannya menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang menyebabkan trauma bagi para pengungsi.
“Kami dari pemerintah daerah akan berpartisipasi penuh dalam proses pengungsian ini. Rencananya para pengungsi akan diterbangkan ke Boven Digul menggunakan pesawat pada Jumat,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Mappi Kompol Suparmin memastikan para pengungsi akan ditempatkan sementara di sejumlah lokasi penginapan.
“Mereka akan dibagi ke beberapa tempat dan diharapkan ada yang dituakan di setiap lokasi. Kami juga berharap trauma yang dialami dapat pulih secara bertahap,” katanya.
Ditampung Sementara
Usai penyambutan, para pengungsi langsung dibawa menuju beberapa lokasi penampungan sementara, yakni Hotel Grand Avista, Hotel Nusantara, dan Gedung Putih di Kepi.
Dari hasil pendataan, tenaga medis disebut siap kembali menjalankan tugas di wilayah Yaniruma apabila situasi keamanan telah dinyatakan kondusif oleh aparat keamanan. (*)
