EkonomiPapua Selatan

Produksi Ayam Petelur Diluncurkan, Bupati Mappi Bidik Kemandirian Pangan

Avatar photo
×

Produksi Ayam Petelur Diluncurkan, Bupati Mappi Bidik Kemandirian Pangan

Sebarkan artikel ini
Social Share

‎Mappi||Cendrawasi7, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mappi resmi memulai produksi ayam petelur di SMKN 4 Agribisnis, Kampung Mur, Distrik Nambioman Bapai, Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Program tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus melatih siswa berwirausaha.

‎

‎Peluncuran produksi ayam petelur dilakukan Bupati Mappi Kristosimus Yohanes Agawemu pada Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), DPRK, Forkopimda, instansi vertikal, serta sekitar 100 warga setempat.

‎

‎Kristosimus mengatakan Kabupaten Mappi memiliki potensi alam yang besar dan masyarakat yang pekerja keras. Menurutnya, potensi tersebut harus dikelola menjadi kegiatan produktif yang memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

‎

‎“Program ayam petelur ini bermula dari semangat SMK Negeri 4 Agribisnis di Distrik Nambioman Bapai. Ini bukan sekadar beternak, tetapi menjadi laboratorium kewirausahaan bagi anak-anak asli Papua agar mereka menjadi pelaku utama pembangunan di tanah kelahirannya,” kata Kristosimus.

‎

‎Ia menjelaskan, produksi ayam petelur itu memiliki sejumlah sasaran, mulai dari mencukupi kebutuhan protein masyarakat hingga mendukung pelaksanaan program MBG. Telur yang dihasilkan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di Kabupaten Mappi.

‎

‎Program tersebut juga diproyeksikan membuka lapangan kerja dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Dalam jangka panjang, Pemkab Mappi menargetkan hasil produksi telur dapat dipasarkan hingga ke daerah lain di Papua Selatan.

‎

‎Kristosimus meminta para siswa dan peternak menjaga kebersihan kandang, kesehatan ternak, serta kualitas telur yang dihasilkan. Pengelolaan usaha juga harus dilakukan secara jujur, transparan, dan berkelanjutan.

‎

‎“Jangan takut belajar. Kesalahan adalah bagian dari kemajuan. Libatkan keluarga dan masyarakat sekitar agar manfaat program ini semakin luas,” ujarnya.

‎

‎Ia juga mengingatkan seluruh jajaran Pemkab Mappi agar memberikan pendampingan, pelatihan teknis, dan dukungan pemasaran secara konsisten. Program tersebut, kata dia, tidak boleh berhenti setelah peluncuran.

‎

‎“Hari ini bukan sekadar meresmikan kandang atau produksi telur. Kita sedang menanam benih kemandirian ekonomi Mappi. Semoga dari sini lahir pengusaha muda dan peternak tangguh yang membuat Mappi semakin mandiri, sejahtera, dan bermartabat,” katanya.

‎

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mappi Christian Manuhutu mengatakan sektor peternakan merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan kemandirian pangan dan meningkatkan gizi masyarakat.

‎

‎Telur dinilai sebagai sumber protein berkualitas dengan harga relatif terjangkau. Komoditas tersebut sangat dibutuhkan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan keluarga di Kabupaten Mappi.

‎

‎Christian mengatakan Dinas Pertanian akan mengawal pengembangan produksi ayam petelur melalui pendampingan teknis secara berkelanjutan. Pemerintah juga akan berupaya memastikan ketersediaan pakan, bibit unggul, pelayanan kesehatan hewan, serta akses pasar bagi hasil produksi.

‎

‎“Produksi ayam petelur ini bukan sekadar kegiatan usaha biasa. Ini merupakan langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan telur secara mandiri, mendukung program Makan Bergizi Gratis, serta menumbuhkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

‎

‎Setelah peluncuran, Bupati Mappi bersama para tamu undangan meninjau kandang dan menyaksikan proses pengambilan telur. Sejumlah kepala OPD kemudian melakukan pembelian sebagai bentuk dukungan terhadap produksi perdana tersebut.

‎

‎Program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Kabupaten Mappi terhadap pasokan telur dari luar daerah. Selain menyediakan telur segar, kegiatan peternakan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan keterampilan bagi siswa SMKN 4 Agribisnis. (C7)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page