Provinsi Papua selatan

PGI Bawa MPL 2026 ke Papua, Isu Kemanusiaan dan Lingkungan Jadi Sorotan

Avatar photo
45
×

PGI Bawa MPL 2026 ke Papua, Isu Kemanusiaan dan Lingkungan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) akan menggelar Musyawarah Pekerja Lengkap (MPL) PGI 2026 dengan mengangkat sejumlah agenda strategis, mulai dari isu kebangsaan hingga persoalan kemanusiaan dan lingkungan, khususnya di Papua.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PGI, Pdt Jacklevyn Frits Manuputty, saat ditemui awak media di ruang tunggu VIIP Bandara Mopah Merauke, Rabu (28/1/2026).

Jacky menjelaskan, MPL PGI tahun ini mengusung tema “Ekklesia Domestika”, yang menekankan peran gereja berbasis keluarga. Selain agenda rutin berupa evaluasi tahunan, forum ini juga akan membahas berbagai isu besar yang selama ini menjadi perhatian PGI.

“Agenda-agenda MPL itu sebenarnya sudah biasa, mulai dari isu kebangsaan, ekologi dan lingkungan, ekonomi, hingga pendidikan. Semua itu kita bahas setiap tahun, termasuk evaluasi program,” ujar Jacky.

Menurutnya, pemilihan lokasi MPL di Papua, khususnya di Merauke, memiliki makna tersendiri. PGI ingin gereja-gereja di Indonesia mengalami secara langsung realitas dan pergumulan yang dihadapi masyarakat Papua.

“Kenapa di Merauke, di Papua, karena kami ingin teman-teman gereja dan kota mengalami perjumpaan langsung dengan Papua. Melihat pergumulan manusia dan tanahnya, itu menjadi pergumulan besar,” jelasnya.

Jacky memastikan, seluruh sinode anggota PGI akan terlibat dalam MPL tersebut. Tercatat sebanyak 105 sinode anggota, termasuk lembaga-lembaga terkait, dipastikan hadir dan berpartisipasi aktif dalam persidangan.

Terkait hasil sidang, ia menyebutkan bahwa MPL PGI akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis, baik yang ditujukan kepada pemerintah maupun kepada gereja-gereja di Indonesia.

“Rekomendasi itu tergantung isu yang dirumuskan. Untuk isu kebangsaan, pendidikan Kristen, relasi dengan Papua, dan isu-isu besar lainnya akan dirumuskan oleh panitia-panitia khusus.

Rekomendasinya bisa ditujukan ke pemerintah, tapi juga ke gereja-gereja,” katanya.

Saat ini, lanjut Jacky, isu Papua yang menjadi sorotan utama adalah persoalan kemanusiaan dan lingkungan, termasuk berbagai kebijakan pembangunan seperti Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Kita akan melihat dan mendengar langsung bagaimana gereja-gereja dan masyarakat di Papua mengartikulasikan pandangan mereka terhadap isu-isu lokal, termasuk kaitannya dengan PSN.

Semua sikap dan pandangan itu akan dibahas dalam persidangan sebagai rujukan rekomendasi,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta MPL PGI 2026 dapat membawa pengalaman langsung tersebut sebagai bagian dari pergumulan bersama gereja-gereja di Indonesia.

“Banyak peserta mungkin belum pernah sampai ke Papua. Dengan hadir langsung, mereka mengalami sendiri pergumulan Papua sebagai pergumulan bersama tubuh gereja-gereja di Indonesia. Bukan hanya membaca atau mendengar narasi media, tetapi mendengar langsung suara masyarakat lokal,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page