Mappi||Cendrawasi7, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun 2026 yang digelar Kodim 1704/Mappi terus menunjukkan progres signifikan. Memasuki hari ke-20, Minggu (1/3/2026), pembangunan fisik di Kampung Yibin, Distrik Venaha, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, dikebut dengan melibatkan 150 personel gabungan bersama masyarakat setempat.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Lettu Inf. Marthen Yusuf Bano selaku Danunit Intel Kodim 1704/Mappi. Personel yang terlibat berasal dari Kodim 1704/Mappi, Yon TP 819/PIBP, serta dukungan aktif warga Kampung Yibin.
Di hari ke-20 ini, fokus pekerjaan masih pada sasaran fisik utama. Tiga unit rumah milik warga terus digenjot penyelesaiannya. Rumah milik Fransiskus Saferius Abohoy kini memasuki tahap pemasangan seng atap, pemasangan baru dinding, serta plester dinding.
Sementara rumah Nikolaus Abohoy dan Yohanis Boskow Avu dikerjakan pada tahap pemasangan seng, pemasangan batu, dan plester dinding.
Tak hanya hunian layak, personel Satgas TMMD juga melakukan pemuatan material bangunan dari dermaga menuju lokasi pekerjaan—sebuah tantangan tersendiri mengingat akses distribusi di wilayah tersebut masih mengandalkan jalur sungai.
Selain itu, pembangunan fasilitas umum turut dipercepat. Plester lantai MCK yang dibangun di belakang gereja kampung terus dirampungkan. Di saat bersamaan, pemasangan kran air untuk sumur yang menjadi sumber air bersih warga juga telah dilakukan, sebagai langkah nyata menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Secara umum, kondisi wilayah Kampung Yibin selama pelaksanaan kegiatan dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali.
Program TMMD Ke-127 ini mengusung semangat memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD menjadi ruang tumbuhnya gotong royong dan solidaritas sosial antara aparat dan masyarakat.
Pembangunan rumah permanen, MCK, hingga sumur air bersih diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi peningkatan kualitas hidup warga Kampung Yibin secara berkelanjutan.
Di tengah keterbatasan infrastruktur wilayah, kolaborasi antara TNI dan masyarakat menjadi energi utama. TMMD bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan wujud nyata kehadiran negara hingga ke kampung-kampung terpencil di Papua Selatan.(*)
