Merauke||Cendrawasi7, Kepedulian terhadap masa depan generasi muda kembali ditegaskan Kapolres Merauke, Leonardo Yoga. Ia memastikan jajaran Polres Merauke terus menggencarkan sosialisasi bahaya penyalahgunaan lem aibon yang marak di kalangan remaja dan anak-anak.
Leonardo menegaskan, menghirup lem aibon untuk mendapatkan efek mabuk bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan ancaman serius bagi kesehatan dan masa depan generasi penerus bangsa.
“Penyalahgunaan aibon dapat merusak organ tubuh, memengaruhi fungsi otak, hingga memicu perilaku menyimpang dan tindakan kriminal. Ini bukan persoalan sepele,” tegasnya.
Menurutnya, dampak yang ditimbulkan tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam pencegahan.
“Kami mengajak orang tua, guru, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi serta membina anak-anak kita agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan aibon. Katakan tidak pada aibon demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Kapolres juga menginstruksikan Satuan Binmas agar lebih masif melakukan pendekatan humanis melalui edukasi langsung di sekolah-sekolah, lingkungan pemukiman warga, hingga kegiatan sambang dan door to door oleh para Bhabinkamtibmas. Dalam setiap kesempatan, personel memberikan pemahaman tentang dampak kesehatan, konsekuensi hukum, serta pentingnya mengisi waktu dengan kegiatan positif.
Tak hanya edukasi, Polres Merauke juga meningkatkan patroli rutin di titik-titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya anak-anak dan remaja pada malam hari. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan aibon sekaligus meminimalisir potensi gangguan kamtibmas lainnya.
Upaya preventif ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa perang terhadap aibon adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi semua pihak, generasi muda di Merauke diharapkan tumbuh sehat, berprestasi, dan menjadi kebanggaan daerah serta bangsa. (*)
