Papua Selatan

Pemuda Papua Selatan Peringati Hari Tani, Minta Dilibatkan dalam Program Pertanian

Avatar photo
×

Pemuda Papua Selatan Peringati Hari Tani, Minta Dilibatkan dalam Program Pertanian

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Sekitar 200 pemuda menggelar aksi solidaritas memperingati Hari Tani Nasional di Merauke, Papua Selatan, Kamis (24/9/2026). Mereka meminta pemerintah memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda dan masyarakat lokal dalam pembangunan sektor pertanian.

‎

‎Aksi bertema “Jalan Sehat Menuju Masa Depan Pertanian” itu dimulai dari Lingkaran Brawijaya sekitar pukul 06.25 WIT. Setelah berdoa bersama, peserta berjalan kaki menuju Taman Mandala dengan melintasi Jalan TMP Trikora, Jalan Ermasu, Jalan Aru, dan Jalan Raya Mandala.

‎

‎Setibanya di Taman Mandala, peserta mengikuti senam bersama. Mereka kemudian membentangkan spanduk bertuliskan “Anak Muda Papua Selatan Menuju Masa Depan Pertanian” serta sejumlah poster berisi dukungan terhadap ketahanan pangan dan keterlibatan pemuda dalam sektor pertanian.

‎

‎Beberapa poster memuat pesan “Tanpa Pertanian Ekonomi Papsel Macet”, “Kami Siap Terlibat dalam Pertanian Papua Selatan”, hingga “Anak Muda Bukan Penonton, Libatkan Kami dalam PSN”.

‎

‎Ketua Ikatan Pelajar Auyu Papua Selatan, Paulus Padua Yimssi, mengatakan kebijakan pemerintah di bidang pertanian perlu memberikan perhatian khusus kepada petani muda. Menurutnya, anak-anak muda harus dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program.

‎

‎“Kami mewakili pemuda Papua Selatan ingin menyampaikan agar kebijakan pemerintah di sektor pertanian melibatkan petani-petani muda,” kata Paulus.

‎

‎Ia menyebut generasi muda membutuhkan akses terhadap pendidikan dan pelatihan pertanian, termasuk pemanfaatan teknologi, kewirausahaan, pengelolaan usaha, serta pemasaran hasil produksi.

‎

‎Selain itu, pemerintah diminta membuka akses yang adil terhadap lahan, sarana produksi, modal, dan pendampingan usaha bagi petani maupun pengusaha muda di bidang pertanian.

‎

‎Paulus juga mendorong terciptanya lapangan kerja lokal melalui pengembangan sektor pertanian dan industri pengolahan hasil pertanian. Pemuda, kata dia, perlu dilibatkan dalam pengawasan program pertanian dan ketahanan pangan agar pelaksanaannya transparan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎

‎“Pastikan masyarakat lokal dan pemuda mendapatkan ruang dalam pembangunan melalui dialog terbuka bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan,” ujarnya.

‎

‎Sementara itu, Koordinator Lapangan Baltasar Nome berharap pemerintah tidak hanya mengarahkan generasi muda Papua untuk mengejar pekerjaan sebagai aparatur sipil negara. Menurutnya, sektor pertanian juga dapat menjadi pilihan masa depan bagi anak-anak muda.

‎

‎“Kami berharap pemerintah mendukung anak-anak Papua masuk ke bidang pertanian, bukan hanya mengejar CPNS. Pemerintah harus mengedepankan dan memberikan ruang kepada anak-anak Papua,” kata Baltasar.

‎

‎Dia mengajak pemuda di empat kabupaten di Papua Selatan untuk ikut mengembangkan sektor pertanian agar daerah tersebut mampu maju dan bersaing dengan wilayah lain.

‎

‎Aksi solidaritas tersebut juga diisi dengan pembagian hadiah dan sarapan bersama. Seluruh kegiatan berakhir sekitar pukul 09.00 WIT dengan aman dan tertib. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page