KesehatanPapua Selatan

Pemprov Papua Selatan Serahkan Sarana Kesehatan, Apolo Minta Bantuan Dimanfaatkan Optimal

Avatar photo
×

Pemprov Papua Selatan Serahkan Sarana Kesehatan, Apolo Minta Bantuan Dimanfaatkan Optimal

Sebarkan artikel ini
Social Share

MERAUKE, Cendrawasi7.com – Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo meminta fasilitas pelayanan kesehatan memperkuat edukasi dan pencegahan penyakit di tengah upaya meningkatkan sarana serta pelayanan medis. Senin (12/10/2026)

‎

‎Menurut Apolo, pelayanan kesehatan harus turut mendorong masyarakat menjaga kesehatan melalui pola hidup bersih dan sehat serta pemeriksaan rutin.

‎

‎Pesan itu disampaikan saat penyerahan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan kesehatan di Papua Selatan. Bantuan yang diserahkan meliputi tujuh unit kendaraan, termasuk ambulans dan mobil jenazah, serta sejumlah peralatan pendukung.

‎

‎Apolo menjelaskan, terdapat tiga pendekatan yang perlu dioptimalkan dalam pelayanan kesehatan, yakni promotif, preventif, dan kuratif.

‎

‎Pendekatan promotif dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat. Sementara pendekatan preventif mencakup pemeriksaan rutin dan berbagai upaya mencegah penyakit.

‎

‎Adapun pendekatan kuratif bertujuan memastikan warga yang sakit mendapatkan penanganan medis di rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun fasilitas kesehatan lainnya.

‎

‎“Kalau kita sudah menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan, tetapi tetap sakit, barulah dilakukan penanganan oleh tenaga medis di rumah sakit. Karena itu, pelayanan promotif dan preventif harus diperkuat,” ujar Apolo.

‎

‎Ia mengibaratkan ketiga pendekatan tersebut sebagai pembagian peran dalam sebuah tim sepak bola.

‎

‎Promotif berada di lini depan, preventif di lini tengah, sedangkan kuratif menjadi pertahanan terakhir ketika seseorang jatuh sakit.

‎

‎Melalui edukasi dan pencegahan yang berkelanjutan, Apolo berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan meningkat sehingga risiko penyakit dapat ditekan. Di saat yang sama, fasilitas kesehatan harus tetap siap memberikan pengobatan bagi warga yang membutuhkan.

‎

‎Apolo juga menekankan pentingnya pembangunan kesehatan yang terintegrasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

‎

‎Ia menyebut empat aspek yang perlu diperkuat, yaitu infrastruktur, peralatan medis, kompetensi tenaga kesehatan, serta pelayanan prima.

‎

‎“Kalau sarana prasarananya bagus, gedungnya bagus, tetapi kalau tidak ada alatnya, tidak bisa kita operasikan. Karena itu, setiap tahun kita juga menyediakan peralatan medis yang bisa digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan,” katanya.

‎

‎Selain kelengkapan peralatan, peningkatan kemampuan tenaga kesehatan menjadi perhatian.

‎

‎Pelatihan, pembimbingan, dan pendidikan diperlukan bagi dokter, perawat, bidan, tenaga analis, serta tenaga kesehatan lainnya. Upaya tersebut juga mencakup pendidikan dokter spesialis.

‎

‎Apolo mengingatkan, fasilitas yang memadai dan tenaga kesehatan yang kompeten harus disertai pelayanan yang ramah kepada masyarakat.

‎

‎“Jangan sampai gedungnya bagus, peralatannya lengkap, SDM-nya lengkap, tetapi pelayanannya kurang bagus. Karena itu, melalui pelatihan-pelatihan yang dilakukan, kita harapkan bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

‎

‎Sementara itu, bantuan kendaraan dan peralatan kesehatan diharapkan mendukung operasional RSUD, puskesmas, klinik, serta puskesmas pembantu.

‎

‎Bantuan tersebut juga diharapkan memperkuat pelayanan darurat dan membantu petugas menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

‎

‎Apolo meminta seluruh sarana yang diserahkan dimanfaatkan sesuai peruntukannya agar berdampak langsung pada kecepatan dan kualitas pelayanan kesehatan.

‎

‎“Dengan adanya bantuan sarana dan prasarana ini, kita harapkan dapat membantu petugas kesehatan di lapangan, baik di RSUD, puskesmas, klinik maupun pustu, dalam memberikan pelayanan terbaik dan pelayanan prima kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. (C7)

‎

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page