Merauke||Cendrawasi7, Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Perhubungan kembali menyalurkan sejumlah kendaraan operasional kepada pemerintah kabupaten serta lembaga kemasyarakatan. Penyerahan dilakukan langsung oleh Gubernur Papua Selatan, Apollo Safanpo, di Kantor Gubernur Papua Selatan, Merauke, Selasa (2/12/2025) siang.
Dalam arahannya, Gubernur Apollo menyampaikan apresiasi kepada para undangan dan menegaskan bahwa bantuan kendaraan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah provinsi untuk memperkuat pelayanan publik dan aktivitas sosial masyarakat di Papua Selatan.
Deretan Kendaraan yang Diserahkan
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Apollo menyerahkan enam unit kendaraan operasional, terdiri dari:
– 2 unit bus untuk Pemerintah Kabupaten Mappi
– 1 unit bus untuk Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah
– 1 unit bus untuk Keuskupan Agung Merauke
– 1 unit pickup untuk Pondok Pesantren Al-Munawaroh
– 1 unit pickup untuk Pengurus Klasis GPI Merauke
Gubernur Apollo menjelaskan, pengadaan kendaraan pada tahun 2023 berjumlah 13 unit dan penyalurannya dilakukan bertahap sepanjang 2024 hingga 2025 kepada pemerintah kabupaten maupun organisasi kemasyarakatan.
Anggaran Terus Turun, Penyaluran Kian Terbatas
Gubernur Apollo tak menampik bahwa tahun ini jumlah kendaraan yang dapat disalurkan mengalami penurunan akibat efisiensi dan penyusutan anggaran daerah.
“Pada 2024 total APBD kita sebesar Rp1,7 triliun. Tahun 2025 turun 500 miliar menjadi Rp1,2 triliun. Tahun 2026 kembali turun menjadi Rp700 miliar,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, Pemprov Papua Selatan terpaksa menyesuaikan kemampuan fiskal, termasuk dalam pengadaan kendaraan.
“Oleh karena itu kami ucapkan selamat kepada pimpinan lembaga dan kelompok masyarakat yang menerima bantuan hari ini. Tahun depan belum tentu ada lagi karena anggarannya semakin kecil,” tegasnya.
Ia berharap seluruh kendaraan hibah dapat dimanfaatkan maksimal sesuai tugas dan fungsi masing-masing lembaga.
Dishub: 2026 Tidak Ada Pengadaan Baru
Kepala Dinas Perhubungan Papua Selatan, Dr. Michael R. Gomar, S.STP., M.Si, menjelaskan bahwa dari total 13 unit kendaraan pengadaan 2024, tersisa 4 unit mikrobus dan 2 unit pickup L300, yang seluruhnya disalurkan dalam acara tersebut.
“Tahun 2026 belum ada alokasi anggaran untuk pengadaan kendaraan baru, baik mikrobus maupun pickup, karena keterbatasan anggaran,” katanya.
Layanan Bus Sekolah Tetap Jalan Meski Armada Dipangkas
Di tengah pengetatan anggaran, Dishub memastikan bahwa layanan antar-jemput anak sekolah tetap berlanjut, bekerja sama dengan Perum Damri.
Untuk tahun 2025, Dishub mengoperasikan 6 armada mulai Oktober hingga Desember. Namun pada 2026, jumlah tersebut dipangkas menjadi 3 armada.
“Kita sewa Damri dengan biaya sekitar Rp10 juta per bulan per bus. Tahun depan layanan berjalan penuh dari Januari sampai Desember dengan tiga bus Damri,” jelas Gomar.
Ia menambahkan bahwa seluruh kendaraan yang diserahkan merupakan hibah, sehingga pengelolaan sepenuhnya menjadi kewenangan penerima.
“Di pemerintah sudah tidak ada lagi bus operasional. Semuanya sudah kita hibahkan, dan tanggung jawab pengelolaannya ada pada pihak penerima,” tegasnya. (*)
