MERAUKE_C7.com
Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Papua Selatan, Fidelis Nggol berharap sekolah katolik terus berkarya dan membangun
Hal itu disampaikannya saat mewakili Pj Gubernur Papua Selatan, Komjen Pol (Purn) Rudy Sufahriadi membuka Festival Keagamaan dan Lomba Akademik antar Sekolah Menengah Agama Katolik se-Papua tahun 2024, Jumat (15/11/2024) malam.
“Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas perkenannya kita boleh berkumpul bersama guna menyaksikan penampilan anak-anak kita siswa-siswi Sekolah Menengah Agama Katolik se-Papua yang akan menunjukan bakat, potensi serta kreatifitas mereka,”kata Fidelis.
Potensi dan bakat itu bakal ditampilkan dalam Festival Keagamaan dan Lomba Akademik antar Sekolah Menengah Agama Katolik se-Papua tahun 2024.
Fidelis menyebut, Festival tersebut bakal berlangsung sejak Jumat-Minggu,15-17 November 2024 di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Festival Keagamaan dan Lomba Akademik antar Sekolah Menengah Agama Katolik se-Papua ini bertujuan menumbuh kembangkan iman dan meningkatkan prestasi akademik peserta didik.
Tapi juga sekaligus memperkenalkan dan mempromosikan Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) kepada gereja, pemerintah dan masyarakat katolik di Papua.
Selanjutnya, Menurut Fidelis, perlu mendapatkan perhatian dari seluruh stake holder baik gereja, pemerintah maupun masyarakat untuk terus melakukan pembinaan bagi peserta didik agar menjadi siswa-siswi yang berprestasi dan berkarakter.
Diharapkan, kegiatan ini menjadi agenda rutin sebagai wadah untuk menyalurkan potensi dan kreatifitas para peserta didik.
Menurut dia, paradigma sekarang menjadi contoh bagimana mempromosikan terutama sekolah-sekolah katolik yang sudah hadir ditanah Papua sebanyak delapan sekolah katolik.
“Paradigma sekarang juga kita dituntut untuk meningkatkan prestasi, kompetensi dari tenaga-tenaga pendidik kita,”ujarnya.
Fidelis mengatakan bahwa terus menguasai dikinitasi, terus melalukan promosi sekolah lewat berbagai kegiatan, sehingga sekolah-sekolah katolik yang ada didelapan kabupaten di empat keuskupan, betul-betul dikenal oleh masyarakat.
“Karena disitulah terbentuk awam-awam katolik kita sehingga apa yang diharapkan di 2045 yang merupakan tahun emas anak-anak ini bisa bersaing dengan siapa saja dan kapan saja bisa bersaing,”kata Fidelis.
“Pada kesempatan yang baik ini saya berharap kepada sekolah-sekolah katolik yang ada terus bersaing untuk meningkatkan potensi,”ujarnya.
Dengan demikian, kata Fidelis, auput yang diharapkan betul-betul bisa menjadi tolak ukur dan bisa bersaing kapan saja.
Bagi dia, festival dan lomba-lomba yang juga akan dilaksanakan merupakan momentum yang sangat berharga sehingga tidak berakhir dan menjadi agenda awal untuk terus dilakukan.
“Sehingga kita mempersatukan persatuan kebersamaan kita dalam membangun dunia pendidikan,”katanya.
Dahulu sekolah-sekolah katolik mengalami kemajuan yang sangat pesat dimana hadir para pejabat-pejabat yang gurut kini turut bersaing, mereka adalah kader katolik dibentuk di sekolah-sekolah katolik.
Tentunya, jauh sekolah-sekolah lainnya, fasilitas, tingkat kesulitan, transportasi yang begitu sulit tetapi keseitaan untuk membentuk karakter anak-anak katolik sungguh sangat luar biasa.
Sekolah katolik merupakan sekolah yang selalu bersaing dengan sekolah-sekolah ternama dan juga mencetak kader-kader bangsa saat ini.
Fidelis berharap, sekolah katolik terus berdedikasi, berkarya dan terus membangun. Pungkasnya (*)
