MERAUKE||Cendrawasi7. Com – Upaya menghidupkan kembali organisasi olahraga penyandang disabilitas di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mulai menunjukkan perkembangan. Setelah menerima mandat dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Papua Selatan, Peltu Deni Zulkarnaen, S.IP., langsung bergerak melakukan koordinasi dan konsolidasi untuk mempersiapkan pembentukan kepengurusan NPCI Kabupaten Merauke.
Langkah tersebut mendapat respons positif dari Bupati Merauke, Yoseph Blandip Gebze, yang menyatakan dukungannya terhadap pembentukan kembali organisasi yang menaungi pembinaan atlet penyandang disabilitas tersebut.
Dukungan itu disampaikan dalam pertemuan bersama jajaran NPCI Papua Selatan dan calon pengurus NPCI Kabupaten Merauke di Cafe Kelapa Lima, kawasan Anggai Sai, Merauke, Minggu (18/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 13.15 hingga 14.30 WIT itu menjadi momentum penting bagi para pegiat olahraga disabilitas untuk menyampaikan berbagai harapan, mulai dari pembentukan organisasi, pembinaan atlet, kesempatan kerja, hingga penyediaan fasilitas publik yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Peltu Deni Zulkarnaen yang juga menjabat Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) NPCI Papua Selatan mengatakan, pembentukan kembali NPCI Kabupaten Merauke merupakan langkah penting untuk memastikan pembinaan atlet disabilitas berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Menurutnya, NPCI Kabupaten Merauke sebelumnya telah terbentuk. Namun, aktivitas organisasi mengalami kevakuman setelah sejumlah pengurusnya bergeser untuk memperkuat pembentukan NPCI Provinsi Papua Selatan menjelang pelaksanaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas).
“NPCI Kabupaten Merauke sebenarnya sudah pernah terbentuk. Namun, karena saat itu ada kebutuhan mendesak untuk membentuk NPCI Provinsi Papua Selatan menghadapi Peparnas, sebagian pengurus kabupaten bergeser ke provinsi sehingga terjadi kevakuman,” jelasnya.
Kini, setelah mendapatkan mandat dari NPCI Papua Selatan, Deni bersama sejumlah pihak mulai mempersiapkan struktur kepengurusan baru.
Konsolidasi dilakukan dengan melibatkan penyandang disabilitas, pemerhati olahraga, serta sejumlah figur yang dinilai memiliki kepedulian dan komitmen terhadap pengembangan potensi atlet disabilitas.
Dalam proses pembentukan tersebut, posisi ketua dan sekretaris I harus diisi oleh penyandang disabilitas. Sementara jabatan lainnya dapat melibatkan masyarakat nondisabilitas yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk membantu organisasi.
Bupati Merauke Minta Pengurus yang Benar-Benar Mau Bekerja
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Merauke Yoseph Blandip Gebze menyambut baik inisiatif pembentukan kembali NPCI Kabupaten Merauke.
Ia meminta agar proses penyusunan kepengurusan segera dilakukan dengan mengutamakan orang-orang yang benar-benar memiliki kepedulian, ketulusan, dan waktu untuk menjalankan organisasi.
Bupati juga mengingatkan agar kepengurusan NPCI tidak sekadar menjadi tempat mencantumkan nama atau jabatan tanpa kontribusi nyata.
“Silakan dipilih orang-orang yang benar-benar mau bekerja secara tulus dan ikhlas serta memiliki waktu yang cukup. Kalau hanya mendukung dan memiliki niat baik, tetapi tidak punya waktu, tentu organisasi tidak akan berjalan maksimal,” pesan Bupati.
Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi sangat bergantung pada kesungguhan para pengurus dalam menjalankan tanggung jawab yang diberikan.
Karena itu, Bupati juga membuka peluang keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merauke yang memiliki komitmen untuk membantu pengembangan NPCI.
Ia meminta Deni segera menyelesaikan proses konsolidasi dan melaporkan perkembangan pembentukan kepengurusan.
“Pada prinsipnya, Pemerintah Kabupaten Merauke sangat mendukung. Silakan segera diproses kepengurusannya. Nanti kita agendakan pertemuan lengkap bersama seluruh calon pengurus,” ujarnya.
Perjuangkan Kesempatan Kerja dan Ruang Usaha bagi Disabilitas
Pembentukan NPCI Kabupaten Merauke bukan semata-mata untuk memperkuat pembinaan olahraga. Lebih jauh, Deni bersama para pegiat disabilitas juga ingin memperjuangkan kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan hidup mandiri.
Dalam pertemuan itu, Deni menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Bupati Merauke, salah satunya mengenai kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian kepada lulusan diploma maupun sarjana dari kalangan penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan bekerja sesuai kemampuan dan kompetensi masing-masing.
Selain itu, pihaknya mendorong pemerintah menyediakan ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan seperti car free day dinilai dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan produk, keterampilan, serta kreativitas penyandang disabilitas kepada masyarakat luas.
Deni juga menyoroti pentingnya fasilitas umum yang mudah diakses oleh penyandang disabilitas, baik di lingkungan perkantoran pemerintah, hotel, maupun pusat pelayanan publik.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Merauke menyatakan akan berupaya membuka ruang dan kesempatan yang lebih luas agar penyandang disabilitas dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan daerah.
“Saya akan berusaha memberikan ruang dan kesempatan yang luas bagi saudara-saudara kita untuk berkreasi,” kata Bupati.
Tujuh Medali Peparnas Jadi Motivasi Pembinaan Atlet
Dalam kesempatan yang sama, Deni turut mengingatkan bahwa atlet penyandang disabilitas Papua Selatan telah menunjukkan kemampuan bersaing melalui raihan tujuh medali pada ajang Peparnas.
Prestasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk mengharumkan nama daerah.
Karena itu, keberadaan NPCI di tingkat kabupaten diharapkan mampu memperkuat proses pencarian bibit atlet, pembinaan, hingga persiapan menghadapi kejuaraan di tingkat provinsi maupun nasional.
Deni berharap pembinaan olahraga disabilitas tidak hanya dilakukan menjelang kompetisi, tetapi menjadi program yang berjalan secara berkesinambungan.
Salah satu gagasan yang tengah dipersiapkan adalah penyelenggaraan kejuaraan atletik khusus penyandang disabilitas untuk menjaring atlet-atlet potensial di Kabupaten Merauke.
Sementara itu, Ketua NPCI Papua Selatan, Petrus Birif, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap para atlet yang telah menyumbangkan prestasi bagi Papua Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, Petrus juga menyampaikan persoalan status administrasi kepegawaiannya di lingkungan Dinas Pertanian.
Menanggapi hal itu, Bupati menyatakan akan melakukan pengecekan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengetahui status yang bersangkutan serta kemungkinan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelantikan Pengurus Ditargetkan 3 Desember 2026
Setelah mendapat dukungan Bupati, Deni bersama jajaran NPCI Papua Selatan mulai mematangkan persiapan pembentukan kepengurusan NPCI Kabupaten Merauke.
Salah satu target yang sedang diupayakan adalah pelantikan pengurus bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember 2026.
Momentum tersebut direncanakan tidak hanya menjadi agenda pelantikan, tetapi juga ajang menampilkan berbagai kemampuan dan prestasi penyandang disabilitas.
Mulai dari atlet berprestasi, keterampilan teknologi informasi, seni lukis, tari, hingga pertunjukan musik diharapkan dapat ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
“Kami ingin menampilkan seluruh potensi anak-anak kita. Bukan hanya atlet yang berprestasi, tetapi juga mereka yang memiliki kemampuan di bidang IT, melukis, menari, dan menyanyi,” ujar Deni.
Meski demikian, jadwal pelantikan masih bergantung pada kesiapan administrasi dan hasil konsolidasi calon pengurus.
Sekretaris II NPCI Papua Selatan, Rinto, menyatakan pihaknya akan segera mempersiapkan seluruh kebutuhan administrasi agar pembentukan kepengurusan dapat diselesaikan secepatnya.
Sementara itu, Serka Ardiles yang dipersiapkan sebagai calon Ketua NPCI Kabupaten Merauke menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah.
Ia berharap organisasi yang nantinya terbentuk benar-benar diisi oleh orang-orang yang bersedia bekerja dengan tulus dan memiliki kepedulian terhadap penyandang disabilitas.
NPCI Akan Diperluas ke Boven Digoel, Mappi dan Asmat
Deni menjelaskan, konsolidasi organisasi tidak akan berhenti di Kabupaten Merauke.
Setelah kepengurusan di kabupaten induk terbentuk, langkah serupa direncanakan berlanjut ke tiga kabupaten lainnya di Papua Selatan, yakni Boven Digoel, Mappi, dan Asmat.
Menurutnya, seluruh penyandang disabilitas di Papua Selatan harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.
“Peparnas membawa nama Provinsi Papua Selatan, bukan hanya Kabupaten Merauke. Karena itu, saudara-saudara kita di tiga kabupaten lainnya juga harus mendapat kesempatan yang sama,” tegasnya.
Selain pembentukan NPCI, pihaknya juga tengah mempersiapkan kepengurusan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) tingkat Provinsi Papua Selatan.
Jika NPCI berfokus pada pembinaan olahraga, PPDI diharapkan menjadi wadah yang lebih luas untuk memperjuangkan hak, kesempatan, dan pemberdayaan seluruh kelompok penyandang disabilitas.
Deni berharap keberadaan kedua organisasi tersebut dapat menjadi jembatan komunikasi antara penyandang disabilitas dan pemerintah, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Baginya, perjuangan membentuk organisasi ini bukan sekadar menghadirkan kepengurusan baru, melainkan menyediakan tempat bagi penyandang disabilitas untuk tumbuh, berkarya, dan menunjukkan kemampuan mereka.
“Kami ingin saudara-saudara penyandang disabilitas tidak lagi merasa minder atau hanya berada di rumah. Mereka harus memiliki wadah, kesempatan, dan keyakinan bahwa mereka juga mampu berkarya serta memberikan kontribusi bagi daerah,” pungkasnya. (C7)





