MERAUKE||Cendrawasi7. Com, Bupati Merauke, Yoseph Blandip Gebze, mengapresiasi pembangunan Perumahan SS 6 Kuprik Jaya yang kini telah rampung dan mulai diserahkan kepada para pemilik rumah. Kehadiran kawasan hunian baru tersebut dinilai menjadi salah satu bukti nyata perkembangan pembangunan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Senin (19/10/2026).
Dalam sambutannya pada acara peresmian dan penyerahan kunci rumah, Yoseph mengaku bersyukur karena pembangunan perumahan yang beberapa bulan lalu diawali dengan peletakan batu pertama kini telah membuahkan hasil.
“Beberapa bulan yang lalu saya meletakkan batu pertama pembangunan kompleks perumahan Kuprik Jaya di tempat ini. Hari ini kita kembali dan melihat bahwa perumahan sudah terbangun. Ini sebuah tanda kecil bahwa ada perubahan di Kabupaten Merauke,” ujar Yoseph.
Menurutnya, pembangunan perumahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan pengembang, perbankan, dan pelaku usaha juga sangat dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan hunian masyarakat yang terus meningkat.
Yoseph menjelaskan, pembangunan rumah di Merauke sejalan dengan program nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan tiga juta rumah di seluruh Indonesia.
Namun, ia menegaskan bahwa target tersebut tidak seluruhnya dibiayai melalui anggaran pemerintah pusat, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Ia mencontohkan pembangunan 100 unit rumah di Domande melalui Kementerian Transmigrasi, serta pembangunan perumahan menggunakan APBD Kabupaten Merauke, termasuk di Kampung Yanggandur dan Rawa Biru.
Selain melalui anggaran pemerintah, pembangunan hunian juga dapat dilakukan melalui kemitraan dengan pengembang swasta seperti CV Kuprik Jaya.
“Membangun Merauke tidak bisa hanya dilakukan pemerintah daerah sendiri, atau hanya developer. Harus ada kemitraan untuk mewujudkan visi besar pembangunan yang sudah direncanakan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Yoseph menyampaikan apresiasi kepada CV Kuprik Jaya, Bank BNI, serta Eramas Group yang telah berkontribusi dalam pembangunan kawasan perumahan tersebut.
Ia berharap pola kerja sama itu dapat menjadi contoh bagi pengembang lainnya untuk memperluas pembangunan perumahan di Kabupaten Merauke.
### Kebutuhan Rumah di Merauke Terus Meningkat
Yoseph mengungkapkan, kebutuhan rumah di Merauke terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah perkotaan.
Menurutnya, kawasan yang sebelumnya merupakan lahan kosong dan semak belukar kini mulai berkembang menjadi permukiman baru.
Ia mencontohkan perkembangan Kota Merauke yang dahulu lebih banyak terpusat di kawasan Jalan Mandala, Seringgu, Brawijaya, hingga Kelapa Lima. Kini, pembangunan perumahan terus meluas hingga kawasan Blorep dan sekitarnya.
“Kota Merauke dulu kecil saja. Sekarang sudah sampai di Blorep. Dulu orang mengenal daerah itu sebagai hutan dan alang-alang, tetapi sekarang sudah banyak perumahan yang dibangun,” katanya.
Melihat perkembangan tersebut, Pemkab Merauke juga mempertimbangkan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar pertumbuhan kawasan permukiman dapat berjalan lebih terarah.
Penataan itu nantinya mencakup pembagian zona permukiman, pertanian, peternakan, hingga kawasan kegiatan ekonomi lainnya.
“Ke depan kemungkinan kami akan melakukan revisi Perda RTRW. Kita harus menata zona permukiman, pertanian, peternakan, dan lainnya supaya pengembangan wilayah Merauke bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
### Industri Gula Dinilai Bakal Dongkrak Permintaan Perumahan
Dalam sambutannya, Yoseph juga menyinggung rencana pengembangan industri gula di wilayah Sermayam hingga Jagapu.
Ia memperkirakan kehadiran industri tersebut akan membuka peluang ekonomi baru, termasuk meningkatnya kebutuhan tempat tinggal bagi pekerja dan keluarga mereka.
Menurut Yoseph, pembangunan pabrik gula yang tengah berjalan berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Kondisi itu akan menjadi peluang bagi pengembang perumahan dan lembaga perbankan untuk memperluas layanan pembiayaan rumah.
Ia menggambarkan, apabila satu pabrik membutuhkan sekitar 15 ribu pekerja, pertambahan penduduk akibat kehadiran keluarga pekerja dapat meningkatkan kebutuhan rumah secara signifikan.
“Kalau 90 ribu orang ada di Merauke, mereka pasti membutuhkan rumah dan berbagai kebutuhan lainnya. Jadi ini sangat menjanjikan, khususnya bagi para developer untuk pengembangan ke depan,” ujarnya.
Meski demikian, angka kebutuhan tenaga kerja dan proyeksi pertambahan penduduk tersebut merupakan gambaran potensi yang disampaikan Bupati, bukan jumlah yang telah terealisasi.
Yoseph memastikan pemerintah daerah akan terus mendukung investasi dan pembangunan perumahan, termasuk melalui pelayanan administrasi serta penguatan kerja sama dengan dunia usaha.
### BNI Siap Dukung Pembiayaan Rumah Subsidi
Sementara itu, pimpinan Bank BNI Cabang Merauke, Sudi, menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung penyediaan hunian yang layak, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi serta pembiayaan modal kerja bagi pengembang.
Menurut Sudi, pembangunan Perumahan SS 6 Kuprik Jaya menjadi salah satu contoh kemitraan antara pemerintah daerah, perbankan, dan pengembang dalam menyediakan rumah bagi masyarakat.
“Bank BNI tidak hanya berfokus pada penyaluran kredit, tetapi juga berkomitmen memastikan proses pembiayaan berjalan mudah, transparan, dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Ia menilai kepemilikan rumah merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kualitas hidup masyarakat.
Sudi juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Merauke dan pihak pengembang yang telah memberikan kepercayaan kepada BNI untuk terlibat dalam pembiayaan kepemilikan rumah.
“Kami percaya bahwa memiliki rumah yang layak adalah langkah awal dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan membangun kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” katanya.
### Developer: Bangun Rumah Berarti Menghadirkan Harapan
Di kesempatan yang sama, pihak pengembang Perumahan SS 6 Kuprik Jaya menyampaikan bahwa pembangunan kawasan hunian tersebut bukan sekadar proyek mendirikan bangunan fisik.
Lebih dari itu, pembangunan rumah merupakan upaya menghadirkan rasa aman, kenyamanan, dan harapan baru bagi keluarga yang ingin memiliki tempat tinggal sendiri.
“Bagi kami, membangun perumahan bukan sekadar mendirikan bangunan berupa dinding, atap, dan pintu. Membangun rumah berarti menghadirkan harapan, menciptakan rasa aman, dan memberikan kesempatan bagi setiap keluarga untuk memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar perwakilan pengembang.
Pihak pengembang berharap kawasan Perumahan SS 6 Kuprik Jaya dapat berkembang menjadi lingkungan hunian yang aman, nyaman, serta memiliki hubungan sosial yang harmonis antarpenghuni.
Apresiasi juga disampaikan kepada pemerintah daerah, perbankan, kontraktor, pekerja, dan seluruh mitra yang terlibat dalam pembangunan perumahan tersebut.
Sementara itu, perwakilan Toko Era Merauke menyampaikan rasa bangga karena dapat berkontribusi sebagai salah satu mitra dalam pembangunan kawasan hunian tersebut.
Pihaknya berharap pembangunan perumahan di Merauke terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh tempat tinggal yang layak.
“Kami berharap ke depan semakin banyak perumahan yang dibangun karena masih banyak masyarakat Merauke yang membutuhkan tempat tinggal nyaman dan bagus untuk keluarga,” ujar perwakilan Toko Era Merauke.
### Bupati: Rumah Bukan Sekadar Bangunan, tetapi Tempat Membangun Masa Depan
Menutup sambutannya, Yoseph menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat yang menerima kunci rumah baru.
Ia mengingatkan bahwa rumah bukan sekadar bangunan untuk berteduh, tetapi menjadi tempat membesarkan anak, membangun keluarga, dan menyiapkan generasi masa depan.
“Rumah itu kebutuhan yang sangat mendasar. Ke mana pun kita pergi, kalau ingat rumah pasti pulang. Di situlah tempat membesarkan anak-anak dan mendidik mereka supaya menjadi generasi yang baik,” tuturnya.
Yoseph berharap pembangunan kawasan perumahan baru juga dapat membawa perubahan kualitas kehidupan masyarakat, termasuk membangun lingkungan sosial yang lebih tertata.
Ia pun mendorong para pengembang untuk terus berinvestasi dalam sektor perumahan agar semakin banyak warga Merauke memiliki kesempatan mendapatkan hunian yang layak.
“Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi perumahan yang dibangun supaya masyarakat Merauke bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak. Ini menjadi jawaban atas kebutuhan perumahan masyarakat,” pungkasnya.





