MAPPI||Cendrawasi7. Com, Sebanyak 93 peserta dari berbagai lembaga pendidikan dan keagamaan ambil bagian dalam Pekan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Mappi, Papua Selatan, Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama delapan hari, mulai 18 hingga 25 Oktober 2026, ini resmi dibuka Wakil Bupati Mappi, H. Sanusi, di Kompleks Masjid Nurul Huda Kepi.
Pembukaan MTQ ditandai dengan pemukulan rebana oleh Wakil Bupati Mappi. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
Pekan MTQ yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Mappi ini dipusatkan di dua lokasi, yakni Kompleks Masjid Nurul Huda Kepi dan Aula SD Maarif Kepi.
Mengusung tema *”Mengagungkan Kalam Ilahi, Membentuk Generasi Qur’ani yang Berakhlak Mulia demi Terwujudnya Mappi yang Religius, Mandiri, dan Bermartabat”*, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan peningkatan pemahaman keagamaan bagi generasi muda.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mappi, H. Sanusi, menegaskan pentingnya MTQ sebagai sarana membangun generasi yang memiliki keimanan kuat, berakhlak mulia, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mencari peserta terbaik dalam membaca maupun menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda yang religius, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat.
Pemerintah Kabupaten Mappi pun memberikan apresiasi kepada LPTQ, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan keagamaan tersebut.
Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Kabupaten Mappi, Abdul Rahman, mengatakan Pekan MTQ merupakan salah satu langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak usia dini.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan MTQ tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta maupun prestasi yang diraih, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu meningkatkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Abdul Rahman turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, lembaga pendidikan, pengurus masjid, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Pekan MTQ 2026.
**93 Peserta Bersaing di Lima Cabang Lomba**
Berdasarkan data panitia, sebanyak 93 peserta mengikuti Pekan MTQ Kabupaten Mappi tahun ini. Mereka berasal dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Pengurus Kesejahteraan Masjid (PKM), serta sekolah tingkat SD/MI dan SMP.
Terdapat lima cabang perlombaan yang dipertandingkan, yakni Tilawah Al-Qur’an putra dan putri, Tartil Al-Qur’an putra dan putri, Hifzhil Qur’an putra dan putri, Syarhil Qur’an atau pidato tingkat SD dan SMP, serta Cerdas Cermat Al-Qur’an tingkat SD dan SMP.
Beragam cabang perlombaan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan kemampuan, mengasah keberanian, sekaligus meningkatkan pengetahuan mereka tentang ajaran Islam.
Selain menjadi ajang kompetisi, Pekan MTQ juga diharapkan mampu mempererat silaturahmi antarpeserta, pengurus lembaga keagamaan, tenaga pendidik, serta masyarakat di Kabupaten Mappi.
Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah, pengurus LPTQ, panitia penyelenggara, para peserta, ketua PKM dan TPQ, kelompok majelis taklim, serta sejumlah tokoh dan unsur masyarakat lainnya.
Melalui penyelenggaraan Pekan MTQ 2026, LPTQ Kabupaten Mappi berharap semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan mampu menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama membangun masyarakat Kabupaten Mappi yang religius, mandiri, dan bermartabat. (C7)





