Merauke||Cendrawasi7, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Selatan resmi membuka kegiatan Orientasi Ke-MUI-an di Hotel Halogen, Jalan Brawijaya, Kelurahan Kelapa Lima, Distrik Merauke, Kamis (18/12/2025) siang. Kegiatan ini mengusung tema “Memperkokoh Peran Utama dalam Moderasi Beragama untuk Papua Selatan yang Damai”.
Pembukaan orientasi dipimpin Ketua Bidang Dakwah MUI, Drs. KH. Abdul Manan Ghani, M.M., serta dihadiri sejumlah pejabat daerah, unsur TNI-Polri, tokoh agama, dan pengurus MUI dari berbagai tingkatan.
Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Gubernur Papua Selatan Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT., Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, S.H., LL.M., Wakil Komandan Koarmada XI Laksamana Pertama TNI Wawan Trisatya Atmaja, serta Ketua MUI Provinsi Papua Selatan H. Abdul Awal Gebze, S.Pdi. Turut hadir pula perwakilan organisasi keagamaan Islam, alim ulama, dan tokoh masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Qalam Ilahi, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars MUI, serta laporan Ketua Panitia Abdul Chaliq.
Dalam sambutannya, Ketua MUI Papua Selatan H. Abdul Awal Gebze menyampaikan bahwa MUI di Papua Selatan memiliki peran strategis sebagai wadah besar umat Islam yang menaungi ulama dan cendekiawan Muslim. Menurutnya, peran komisi-komisi di MUI sangat penting, mulai dari bidang fatwa sebagai pelindung umat, komisi dakwah dan ukhuwah dalam membina masyarakat, hingga komisi hubungan antarumat beragama yang menjaga harmonisasi sosial.
“MUI di Papua Selatan diibaratkan sebagai perahu besar umat Islam yang berlayar bersama para ulama dan cendekiawan, mengawal kehidupan keagamaan yang sejuk dan berimbang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Dakwah MUI KH. Abdul Manan Ghani menegaskan komitmen MUI untuk terus mendorong dakwah yang menyejukkan, mencerahkan, dan mempersatukan umat. Ia menekankan bahwa dakwah harus menjadi solusi bagi persoalan masyarakat, bukan sumber perpecahan.
“Dakwah harus menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, sejalan dengan Al-Qur’an, Sunnah, dan nilai-nilai keindonesiaan,” katanya.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dalam sambutannya menyebut orientasi ini penting agar pengurus MUI yang baru memahami secara utuh struktur organisasi, anggaran dasar dan rumah tangga, visi-misi, serta fungsi dan kewenangan MUI di semua tingkatan.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kepemimpinan MUI dalam menyatukan organisasi-organisasi keagamaan Islam dan membina umat di Papua Selatan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama, penyerahan cenderamata, dan pembacaan doa. Orientasi Ke-MUI-an ini diharapkan menjadi bekal awal bagi pengurus MUI Papua Selatan dalam menjalankan peran strategis menjaga moderasi beragama dan kerukunan di Bumi Anim Ha. (*)
