Papua Selatan

Naikkan Nilai Jual Pangan Lokal, Sagu Merauke Diolah Menjadi Biskuit

Avatar photo
×

Naikkan Nilai Jual Pangan Lokal, Sagu Merauke Diolah Menjadi Biskuit

Sebarkan artikel ini
Social Share

MERAUKE||Cendrawasi7, Komoditas sagu di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mulai diperkenalkan dalam bentuk produk pangan yang lebih modern dan diminati generasi muda.

‎

‎Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University PS 010 atau Tim 10 menggelar pelatihan interaktif mengolah tepung sagu menjadi biskuit atau cookies di SMAN 1 Kurik, Kamis (24/9/2026).

‎

‎Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya diversifikasi pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas sagu sebagai bahan pangan lokal.

‎

‎Kegiatan tidak hanya berisi penyampaian materi. Para peserta dilibatkan secara langsung dalam seluruh tahapan pengolahan, mulai dari menyiapkan bahan, membuat adonan, mencetak hingga memanggang cookies menggunakan oven.

‎

‎Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa sagu tidak hanya dapat disajikan sebagai pangan tradisional, tetapi juga diolah menjadi produk kekinian yang berpeluang dikembangkan sebagai usaha.

‎

‎Koordinator Lapangan TEP IPB University PS 010, Henni Dhea Amalia, mengatakan sagu memiliki potensi besar sebagai bahan dasar pembuatan cookies karena mengandung pati yang tinggi dan secara alami tidak mengandung gluten.

‎

‎Menurutnya, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa tepung sagu dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan biskuit bebas gluten. Penambahan bahan lain dapat dilakukan untuk memperbaiki cita rasa, tekstur dan kandungan gizi produk.

‎

‎Namun, komposisi bahan harus diperhatikan karena akan memengaruhi warna, rasa, tekstur, kadar air serta kandungan protein, lemak dan karbohidrat pada cookies.

‎

‎Salah satu formulasi yang dapat dikembangkan adalah kombinasi tepung sagu dan tepung kacang merah. Pada komposisi tertentu, perpaduan tersebut dapat menghasilkan cookies berwarna kuning kecokelatan, bercita rasa gurih dan bertekstur renyah.

‎

‎Selain memperkenalkan teknik pengolahan, pelatihan ini juga mengangkat nilai sagu sebagai bagian dari pengetahuan lokal, budaya dan lingkungan masyarakat Papua Selatan.

‎

‎Cookies dipilih sebagai contoh produk karena bentuk dan rasanya dinilai lebih dekat dengan selera generasi muda. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan sagu sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap pangan lokal.

‎

‎Jika ingin dikembangkan menjadi produk komersial, cookies sagu masih membutuhkan standardisasi resep dan proses produksi. Pengembangan juga perlu mencakup uji mutu dan daya simpan, keamanan pangan, pengemasan, pelabelan, pemberian merek, perizinan, sertifikasi halal serta pemasaran.

‎

‎Dengan pendampingan berkelanjutan, cookies sagu berpeluang menjadi produk unggulan sekaligus membuka kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat Kabupaten Merauke.

‎

‎Pelatihan diikuti para guru, penyuluh pertanian, unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, praktisi literasi pangan lokal serta peserta lainnya.

‎

‎TEP IPB University PS 010 dipimpin Tri Budiarto dengan anggota Soly Deo Glorya Aritonang, Nurheni Rizkilawati, Dwi Cahyo Sampurno dan Afriel Amar Ar Rasyid, serta Henni Dhea Amalia sebagai koordinator lapangan. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page