Merauke||Cendrawasi7, Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai Ibadah Syukur Paskah keluarga besar SMP Negeri 1 Merauke. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi iman sekaligus penguatan nilai persatuan di tengah keberagaman. Jumat (17/04/2026).
Ibadah diawali dengan prosesi yang dipimpin oleh seorang pendeta dan ditutup dengan doa bersama. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan laporan panitia oleh Tri Pudiarti yang menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan seluruh panitia atas kerja keras menyukseskan acara tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya didukung melalui Dana BOS serta diharapkan mampu menciptakan suasana damai dalam keberagaman yang ada di lingkungan sekolah.
Kepala SMP Negeri 1 Merauke, Johan Mailoa, dalam sambutannya mengingatkan agar perayaan Paskah tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial. Ia menekankan pentingnya memaknai kebangkitan Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
“Paskah harus menjadi momentum untuk menghadirkan kebersamaan dan kekeluargaan. Walaupun berbeda, kita tetap satu dalam bingkai persaudaraan,” ujarnya.
Senada, Ketua Komite SMP Negeri 1 Merauke, Peltu Deni Z, S.IP, menegaskan bahwa perbedaan yang ada harus dijadikan kekuatan, bukan sumber perpecahan. Ia mengaitkan hal tersebut dengan nilai-nilai dalam UUD 1945, Pancasila, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi pondasi untuk saling menghargai, menyayangi, dan menghormati,” tegasnya.
Menurutnya, nilai toleransi dan kebersamaan perlu ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah, agar generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan menjunjung tinggi keberagaman.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar sekolah untuk terus menjaga persatuan serta mempererat tali persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini pun menjadi refleksi penting bagi seluruh peserta, tidak hanya dalam memperkuat iman, tetapi juga dalam membangun hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk. (*)
