Merauke||Cendrawasi7, Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid Raya Al-Aqsha, Merauke, Papua Selatan, Kamis, (04/09/2025). Ratusan jamaah dari berbagai penjuru hadir untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M.
Peringatan kali ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Nabi Untuk Kedamaian Hati dan Meraih Ridha Ilahi”. Tausiah utama disampaikan oleh Ustaz Andi Armayadi Al-Ghifari, S.Pd.I., M.Pd.I., yang mengajak umat meneladani akhlak Rasulullah sebagai kunci kebahagiaan dan persatuan.
Acara yang berlangsung sejak pagi hingga malam ini turut dihadiri para tokoh penting. Di antaranya, Bupati Merauke Yoseph B. Gebze, Wakil Bupati Dr. Fauzun Nihayah, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Papua Selatan Paino, Ketua MUI Papua Selatan H. Abdul Awal Gebze, Dandim 1707/Merauke Letkol Czi Dili Eko Setyawan, hingga Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga. Turut hadir pula tokoh agama serta perwakilan masyarakat.
Rangkaian acara dimulai pukul 20.00 WIT dengan pembacaan tilawah, sholawat, hingga sambutan. Dalam sambutannya, Bupati Merauke menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
“Tema malam ini sangat menyentuh karena meneladani akhlak orang yang kita muliakan. Integritas moral adalah pesan besar Nabi, apapun profesi kita. Mari kita menjaga kedamaian dan kerukunan sebagai cerminan satu hati, satu tujuan,” kata Yoseph.
Pesan senada disampaikan Gubernur Papua Selatan melalui Kepala DP2KP, Paino. Ia menyebut peringatan Maulid sebagai momentum membangun ukhuwah. “Kita ambil hikmah menjaga kesatuan dan persatuan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Puncak peringatan berlangsung khidmat ketika Ustaz Andi Armayadi menyampaikan hikmah Maulid. Menurutnya, kebahagiaan sejati bukan dari harta atau pangkat, melainkan dari akhlak mulia dan rasa syukur.
“Dua faktor membuat hidup bahagia, kata Nabi: jaga hubungan dengan Allah dan jaga hubungan dengan manusia. Mari kita rawat persatuan dengan tidak saling menyakiti,” pesannya.
Acara ditutup pukul 21.50 WIT dengan doa bersama. Peringatan Maulid ini diharapkan menjadi penguat persaudaraan serta perekat kedamaian di tanah Papua Selatan. (*)
