Provinsi Papua selatan

Mendarat di Atsj, Apolo Safanpo Disambut Meriah dan Diiringi Perahu Warga ‎

Avatar photo
97
×

Mendarat di Atsj, Apolo Safanpo Disambut Meriah dan Diiringi Perahu Warga ‎

Sebarkan artikel ini
Social Share

Asmat||Cendrawasi7, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mendapat sambutan adat meriah saat tiba di Kali Bets, Distrik Atsj, Kabupaten Asmat, Selasa (3/3/2026) pagi. Puluhan warga berdiri di atas perahu panjang, mendayung dan mengiringi kedatangannya menuju rumah adat Jew di Kampung Yaisiu.

‎Apolo bersama rombongan terbang dari Kabupaten Merauke menggunakan pesawat milik Mission Aviation Fellowship (MAF). Perjalanan udara menuju Asmat memakan waktu sekitar dua jam sebelum pesawat mendarat di atas permukaan air Kali Bets.

‎Begitu pintu pesawat dibuka, puluhan warga sudah menunggu di tepian kali. Mereka mendekat dengan perahu-perahu kayu berukuran panjang, berdiri sambil memegang dayung. Suasana penyambutan berlangsung khidmat sekaligus semarak, mencerminkan tradisi kuat masyarakat pesisir Asmat dalam menghormati tamu.

‎Setelah turun dari pesawat dan berpindah ke speedboat, Gubernur Apolo duduk di bagian tengah. Speedboat tersebut kemudian diapit dan diarak puluhan perahu warga menuju rumah adat Jew di Kampung Yaisiu yang berada di pesisir Kali Bets. Prosesi itu menjadi simbol penghormatan sekaligus penerimaan adat kepada pemimpin daerah.

‎Turut hadir dalam penyambutan tersebut Wakil Bupati Asmat Yoel Manggaprou, Kapolres Asmat AKBP Wahyu Basuki, serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Asmat. Sejumlah kepala kampung dan tokoh masyarakat Kampung Yaisiu juga tampak menyambut langsung kedatangan rombongan.

‎Kunjungan Apolo ke Asmat dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah. Ia dijadwalkan melaksanakan buka puasa bersama umat Muslim di Masjid Al-Furqon Atsj, Distrik Atsj.

‎Sebelum agenda Safari Ramadan, Apolo terlebih dahulu berdiskusi dan menyerap aspirasi masyarakat di rumah adat Jew. Pertemuan itu menjadi ruang dialog antara pemerintah provinsi dan masyarakat setempat untuk membahas berbagai persoalan pembangunan di wilayah pesisir selatan Papua tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page