Papua Selatan

Maulid Nabi di Muramsari, Ketua MUI Papsel Serukan Ukhuwah Muslim Papua-Nusantara

Avatar photo
×

Maulid Nabi di Muramsari, Ketua MUI Papsel Serukan Ukhuwah Muslim Papua-Nusantara

Sebarkan artikel ini
Social Share

MERAUKE || Cendrawasi7 – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Selatan sekaligus Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan, H. Abdul Awal Gebze, mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum mempererat persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah di Bumi Anim Ha.

‎

‎Ajakan itu disampaikan Abdul Awal saat melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ikhlas, Kampung Muramsari, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Selasa (25/08/2026).

‎

‎Dalam sambutannya, Abdul Awal mengatakan peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setiap tahun. Lebih dari itu, Maulid harus menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, kebersamaan, dan persaudaraan di tengah masyarakat.

‎

‎“Momentum peringatan Maulid Nabi Agung Muhammad SAW bukan hanya sebagai acara rutinitas keagamaan tahunan, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah di Bumi Anim Ha,” kata Abdul Awal.

‎

‎Ia kemudian mengingatkan falsafah masyarakat Marind, “Izakod Bekai Izakod Kai”, yang bermakna satu hati, satu tujuan. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan nilai persaudaraan yang diajarkan Islam.

‎

‎Abdul Awal juga menyinggung keberadaan Majelis Ta’lim Anim Ha sebagai wadah pergerakan kaum Muslimat di wilayah adat Anim Ha, Papua Selatan. Wadah tersebut diharapkan mampu mempererat persaudaraan antara Muslimat asli Papua yang diibaratkan sebagai kaum Anshar dan Muslimat Nusantara yang hidup serta bermukim di Tanah Papua sebagai kaum Muhajirin.

‎

‎Menurutnya, konsep persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar yang dibangun Nabi Muhammad SAW di Madinah dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat kehidupan umat Islam di Papua Selatan.

‎

‎“Kaum Muhajirin dan kaum Anshar adalah dua kekuatan besar yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW di Kota Madinah pada saat itu. Ini menjadi salah satu inspirasi bagi kita di Bumi Anim Ha,” ujarnya.

‎

‎Ia menjelaskan, dalam Statuta Majelis Muslim Papua disebutkan bahwa Muslim Papua mencakup umat Islam dari masyarakat adat Papua serta umat Islam yang hidup dan bermukim di Tanah Papua.

‎

‎Karena itu, Abdul Awal menilai persatuan kedua kelompok tersebut akan menjadi kekuatan besar dalam membangun ukhuwah sekaligus mendukung pembangunan Papua Selatan.

‎

‎“Apabila dua kekuatan besar ini dipadukan, maka akan menjadi satu kekuatan besar dalam pembangunan ukhuwah di wilayah selatan,” katanya.

‎

‎Dalam kesempatan itu, Abdul Awal juga mengutip Surah Al-Hujurat ayat 13 yang menjelaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Kemuliaan seseorang di hadapan Allah SWT, kata dia, tidak ditentukan oleh latar belakang suku maupun asal daerah, melainkan ketakwaannya.

‎

‎Ia pun mengajak seluruh umat Islam untuk terus membangun kebersamaan tanpa membedakan latar belakang serta berkontribusi bagi kemajuan Papua Selatan.

‎

‎“Mari kita saling bersinergi, saling bahu-membahu, saling memberi ruang dan bergotong royong dalam membangun Papua Selatan,” pesannya.

‎

‎Rangkaian perayaan Maulid Nabi di Kampung Muramsari kemudian ditutup dengan lomba penyajian nasi tumpeng antarrukun tetangga (RT). Abdul Awal turut menyerahkan hadiah kepada peserta yang berhasil meraih juara pertama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page