Mappi||Cendrawasi7, Pemerintah Pusat kembali menunjukkan komitmennya dalam memperhatikan sarana ibadah di wilayah Papua Selatan. Kali ini, bantuan renovasi disalurkan untuk Masjid Baitul Rahman yang terletak di Jalan Pasar Kepi, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi.
Bantuan tersebut meliputi pembuatan pagar dan pengecatan bangunan masjid, yang diserahkan secara simbolis kepada Ustadz Hanudin, selaku pengurus Masjid Baitul Rahman. Program ini bertujuan memperindah lingkungan masjid sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan jamaah saat beribadah.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian pemerintah. Selama ini masjid kami belum memiliki pagar yang layak dan cat bangunan sudah memudar. Kini lingkungan masjid menjadi lebih rapi, aman, dan nyaman,” ujar Ustadz Hanudin, Minggu (2/11/2025).
Wujud Kepedulian Pemerintah untuk Rumah Ibadah
Lebih lanjut, Ustadz Hanudin menilai, bantuan tersebut bukan hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui perhatian terhadap kehidupan beragama.
“Perhatian ini adalah bukti kepedulian dan komitmen pemerintah untuk mempererat hubungan sosial serta menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Mappi,” tambahnya.
Renovasi masjid ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat fasilitas keagamaan di daerah terpencil, agar rumah ibadah tak hanya menjadi tempat shalat, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat.
Disambut Antusias oleh Warga
Proses penyerahan bantuan berjalan aman dan lancar, serta disambut antusias oleh masyarakat sekitar. Warga terlihat bergotong-royong membantu proses pengecatan dan pemasangan pagar, menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang kuat di lingkungan masjid.
Pemerintah berharap program seperti ini dapat terus diperluas ke berbagai daerah, khususnya di wilayah Papua Selatan, agar rumah-rumah ibadah tetap menjadi pusat kegiatan spiritual, sosial, dan kebersamaan masyarakat.
“Kami berharap, bantuan seperti ini dapat memperkuat semangat toleransi dan keharmonisan antarumat beragama. Rumah ibadah bukan hanya tempat berdoa, tetapi juga pusat persaudaraan dan solidaritas sosial,” ungkap salah satu perwakilan pemerintah dalam kesempatan tersebut. (*)
