Jakarta||Cendrawasih 7.Com, Jalan Licin Akibat Aktivitas Urugan Warga Resah; Pemilik Lahan Sebelah Tegaskan Tidak Terlibat.
Sebuah lokasi aktivitas urugan di salah satu kawasan Jakarta menjadi sorotan tajam publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Puluhan unggahan netizen memperlihatkan kondisi jalan raya yang dipenuhi tanah serbuk dan lumpur, sehingga sangat licin dan membahayakan pengguna jalan. 25/12/2025
Situasi ini diduga kuat dipicu oleh intensitas keluar-masuk puluhan mobil dump truck yang mengangkut tanah urugan tanpa pengamanan memadai.
Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas. Beberapa bahkan nyaris tergelincir dan kehilangan kendali akibat permukaan jalan yang tertutup tanah bercampur air hujan. Hingga sore hari, salah satu video tersebut telah ditonton lebih dari 50 ribu kali dan menuai ratusan komentar warganet yang menuntut tindakan cepat dari pihak terkait.
Seorang warga sekitar yang akrab disapa Gondrong mengaku merasakan langsung dampak aktivitas tersebut terhadap keselamatan pengguna jalan.
“Tanahnya berceceran ke mana-mana. Kalau sudah kena hujan, jalannya jadi sangat licin. Sudah beberapa kali kendaraan tergelincir, ini jelas berbahaya,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Keluhan warga pun semakin menguat seiring meningkatnya arus kendaraan proyek yang melintas hampir sepanjang hari. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas serius apabila tidak segera ditangani.
Namun demikian, di tengah derasnya sorotan publik, muncul klarifikasi penting terkait status lahan di sekitar lokasi yang viral. Lahan yang terlihat tertata rapi dan berpagar di sebelah area urugan yang dipersoalkan dipastikan bukan bagian dari aktivitas urugan tersebut. Lahan itu diketahui merupakan milik ahli waris Dul Serin dan telah lama dikelola secara tertib.
Ari, selaku penanggung jawab lahan milik ahli waris Dul Serin, menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan aktivitas urugan yang tengah menuai polemik.
“Kalau yang viral itu lahan sebelah. Lahan ini jelas ada pemiliknya dan bukan milik pemerintah,” tegas Ari kepada awak media.
Ia menjelaskan bahwa pagar yang dibangun di sekeliling lahan bertujuan untuk mengamankan aset serta mencegah aktivitas yang tidak diinginkan. Selain itu, pihak pengelola juga secara rutin menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Kami menyiapkan empat orang petugas kebersihan yang setiap hari membersihkan debu dan sampah. Jadi lahan ini tetap rapi dan tidak mengganggu warga sekitar,” jelasnya.
Ari kembali menekankan agar masyarakat tidak keliru mengaitkan lahan milik ahli waris Dul Serin dengan persoalan jalan licin yang tengah viral.
“Statusnya jelas, ini lahan milik ahli waris Dul Serin. Kalau proyek urugan di sebelah, kami tidak tahu-menahu dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan lahan kami,” katanya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola lokasi urugan yang menjadi sumber persoalan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga maupun langkah penanganan atas tanah serbuk yang mengotori jalan. Ketidakjelasan ini memicu desakan dari netizen agar pemerintah daerah dan dinas terkait segera turun tangan melakukan pengecekan lapangan.
Warganet menilai, apabila benar aktivitas urugan dilakukan tanpa pengendalian dampak lingkungan dan keselamatan jalan, maka diperlukan penindakan tegas demi melindungi keselamatan publik. Sejumlah komentar juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kendaraan proyek agar tidak membahayakan pengguna jalan umum.
Masyarakat berharap, polemik ini segera mendapat perhatian serius dari pihak berwenang sehingga kondisi jalan dapat kembali aman, bersih, dan layak dilalui, sekaligus memberikan kejelasan hukum dan tanggung jawab atas aktivitas urugan yang kini menjadi perhatian luas publik.
(Wawan)
LahanViral Licin -Lahan Dul Serin Sebelahnya Tetap Rapi dan Bukan Punya Pemerintah
