Merauke||Cendrawasi7. Com, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke bergerak cepat mengatasi krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda Kabupaten Merauke. Sebanyak 713 kepala keluarga (KK) di dua kampung kawasan Salor menjadi sasaran awal penyaluran bantuan air bersih.
Bantuan tersebut mulai disalurkan pada Rabu (21/10/2026) dan direncanakan berlangsung selama sepekan. Langkah ini dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait sejumlah sumur yang mulai mengering akibat kemarau panjang yang dikaitkan dengan fenomena El Nino.
Gubernur Papua Selatan, Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., mengatakan kerja sama Pemprov Papua Selatan dan BWS Papua Merauke merupakan bentuk respons pemerintah terhadap kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
”Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa sumur-sumur sudah mulai kering. Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama BWS Papua Merauke langsung bergerak membantu. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah kesulitan warga,” ujar Apolo.
Menurutnya, penanganan kekeringan membutuhkan koordinasi lintas instansi agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama di wilayah yang mengalami penurunan debit air cukup drastis.
Pada tahap awal, Pemprov Papua Selatan bersama BWS Papua Merauke memfokuskan penyaluran bantuan di Kampung Ivimahat yang dihuni 213 KK.
Distribusi dilakukan menggunakan mobil tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Selatan serta kendaraan pemadam kebakaran dari instansi terkait.
Selanjutnya, penyaluran bantuan diperluas ke Kampung Salor 1 atau Telaga Sari dengan sasaran sekitar 500 KK. Distribusi di kampung tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (22/10) hingga Jumat (23/10).
Dengan demikian, total 713 KK di kedua kampung menjadi sasaran bantuan air bersih pada tahap awal.
Warga Apresiasi Langkah Pemprov dan BWS
Kehadiran bantuan air bersih tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah kampung dan masyarakat setempat.
Kepala Kampung Ivimahat, Yohanes Balagaize, bersama Kepala Kampung Salor 1 Telaga Sari, Riyanto, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemprov Papua Selatan dan BWS Papua Merauke terhadap kesulitan yang dihadapi warga.
Pasalnya, kemarau panjang menyebabkan sejumlah sumur warga mengering. Sebagian masyarakat bahkan harus mencari air hingga ke lokasi yang cukup jauh, sementara sumber air yang masih tersedia tidak seluruhnya layak digunakan karena kondisinya keruh.
”Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan BWS Papua Merauke. Sudah hampir sebulan air sumur kami kering. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkap perwakilan pemerintah kampung.
BWS dan Pemprov Siapkan Perluasan Bantuan
Kepala BWS Papua Merauke, Nonce Saman, bersama Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan, Mezaac Elias, terus berkoordinasi dengan Pemprov Papua Selatan untuk mendukung kelancaran distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.
Kerja sama tersebut tidak hanya difokuskan pada penanganan kebutuhan mendesak warga di kawasan Salor, tetapi juga diarahkan untuk menjangkau kampung lain yang mengalami kesulitan serupa.
Setelah penyaluran di Kampung Ivimahat dan Salor 1, bantuan direncanakan berlanjut ke Kampung Candra Jaya, Distrik Kurik, serta sejumlah wilayah lain yang membutuhkan.
Pemprov Papua Selatan juga akan terus memantau perkembangan kekeringan di empat kabupaten, yakni Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat.
Apabila kemarau panjang masih berlangsung dan ketersediaan air bersih belum kembali normal, pemerintah bersama instansi terkait akan mempertimbangkan perpanjangan sekaligus perluasan distribusi bantuan.
Melalui sinergi Pemprov Papua Selatan dan BWS Papua Merauke, pemerintah berharap kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi, sekaligus meringankan beban warga selama menghadapi dampak kemarau panjang. (C7)





