Provinsi Papua selatan

KM Bintang Laut Tenggelam di Laut Arafura, Tim SAR Merauke Bergerak Lakukan Pencarian

Avatar photo
59
×

KM Bintang Laut Tenggelam di Laut Arafura, Tim SAR Merauke Bergerak Lakukan Pencarian

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Kapal pencari cumi-cumi KM Bintang Laut yang bertolak dari Jakarta dilaporkan tenggelam di perairan Laut Arafura, tepatnya di sekitar wilayah Torasi, Kabupaten Merauke. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (20/1).

Sebanyak 13 anak buah kapal (ABK) ditemukan terombang-ambing di laut dan berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Titik penemuan korban berada sekitar 115 kilometer dari Dermaga Merauke ke arah tenggara atau mendekati wilayah perbatasan RI–Papua Nugini (PNG). Jika ditarik dari pesisir Kampung Kondo, jaraknya sekitar 71 kilometer.

Dari 13 ABK yang ditemukan, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 12 lainnya selamat. Informasi tenggelamnya kapal tersebut pertama kali dilaporkan oleh Misdi, pengurus agen kapal, ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke pada Rabu (21/1/2026) pukul 13.44 WIT.

Dalam laporannya, Misdi menyebutkan total ABK di atas KM Bintang Laut berjumlah 19 orang. Artinya, hingga kini masih terdapat enam orang ABK yang belum ditemukan dan dinyatakan hilang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Merauke mengerahkan 16 personel, terdiri dari awak Rescue Boat dan tim rescuer, menuju lokasi kejadian menggunakan Rescue Boat 223 Merauke. Tim SAR juga membawa perahu karet untuk membantu proses pencarian, terutama jika diperlukan penyisiran di sekitar pesisir.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi, S.E., M.M, mengatakan bahwa 13 korban yang ditemukan sebelumnya saat ini sedang dievakuasi menggunakan KM Purbalingga menuju Kumbe dan diperkirakan tiba pada Kamis siang.

“Melihat kondisi cuaca yang kurang bersahabat akhir-akhir ini, kami mengimbau para nelayan dan kapal-kapal yang akan melaut di perairan Arafura agar selalu memperhatikan informasi dan pembaruan cuaca dari BMKG,” ujar Rudi.

Hingga keterangan pers ini diterbitkan, tim SAR masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian. Berdasarkan data BMKG Merauke, tinggi gelombang di perairan Laut Arafura bagian timur berkisar antara 1,5 hingga 2,75 meter, disertai hujan dan kecepatan angin mencapai 10–45 km/jam.

(dwb/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page