Merauke||Cendrawasi7, Warga di kawasan Jalan TMP Polder, Merauke, meluapkan kekesalan dengan cara tak biasa. Mereka menanam pohon pisang di tengah jalan rusak sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan pemerintah.
Aksi simbolik ini langsung menyita perhatian pengguna jalan. Pohon pisang yang berdiri di tengah lubang jalan menjadi pemandangan mencolok, bahkan tak sedikit warga yang berhenti untuk melihat hingga mengabadikannya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di kawasan TMP Polder. Sejumlah ruas lain di dalam kota juga mengalami kondisi serupa, seperti Jalan Blorep yang bahkan ditanami pohon tebu, Jalan Pendidikan, hingga Jalan Gak, dengan tingkat kerusakan yang cukup parah di beberapa titik.
Seorang warga Gudang Arang, Yohanes, menilai aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan yang wajar. Pasalnya, kondisi jalan rusak di kawasan itu telah berlangsung lebih dari satu tahun tanpa perbaikan signifikan.
“Ini jalan utama menuju perkantoran, sekolah, pertokoan, bahkan pasar sentral. Sudah lebih dari setahun rusak tapi tidak diperbaiki dengan baik. Jadi wajar masyarakat protes,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (9/4/2026).
Menurut Yohanes, perbaikan sempat dilakukan secara tambal sulam menjelang kunjungan kerja Wakil Presiden RI pada 2025. Namun setelah itu, tidak ada penanganan lanjutan sehingga jalan kembali rusak dan dibiarkan begitu saja.
Ia menegaskan, kondisi tersebut membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara bermotor yang harus ekstra hati-hati untuk menghindari kecelakaan akibat lubang yang menganga.
“Kalau tidak hati-hati bisa celaka. Ini sangat meresahkan,” katanya.
Yohanes juga menyoroti kewajiban pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang layak. Ia mengingatkan bahwa masyarakat telah menjalankan kewajibannya melalui pembayaran pajak dan retribusi.
“Masyarakat bayar pajak, parkir juga bayar. Harusnya pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten, menjamin akses jalan yang baik sesuai kewenangannya,” tegasnya.
Warga berharap aksi simbolik tersebut menjadi peringatan keras bagi pemerintah agar segera mengambil langkah konkret memperbaiki jalan rusak, sehingga aktivitas masyarakat kembali aman dan nyaman. (*)
