KesehatanPapua Selatan

Kasus ISPA di Merauke Meningkat, Puskesmas Mopah Catat 431 Kasus pada September

Avatar photo
×

Kasus ISPA di Merauke Meningkat, Puskesmas Mopah Catat 431 Kasus pada September

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7. Com, Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah kerja Puskesmas Mopah Baru, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mengalami peningkatan dalam tiga bulan terakhir. Pada September 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 431 kasus, naik cukup signifikan dibandingkan dua bulan sebelumnya.

‎

‎Peningkatan tersebut diduga berkaitan dengan kondisi musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan debu beterbangan, ditambah paparan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan saluran pernapasan masyarakat.

‎

‎Kepala Puskesmas Mopah Baru, Seberina Wiratwanti, mengatakan jumlah kasus ISPA pada Juli 2026 tercatat sebanyak 332 kasus. Angka itu kemudian meningkat menjadi sekitar 350 kasus pada Agustus dan kembali melonjak hingga 431 kasus pada September.

‎

‎“Kalau kita tarik dari bulan Agustus ke September saja, kenaikannya sudah sekitar 30 sampai 40 persen. Sementara dari Juli ke Agustus, kenaikannya hanya sekitar 10 persen,” ujar Seberina. Rabu (14/10/2026)

‎

‎Menurut dia, keluhan yang paling banyak dialami masyarakat meliputi batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga mata berair. Keluhan tersebut perlu diwaspadai, terutama ketika kualitas udara menurun akibat paparan debu dan asap.

‎

‎Seberina menyebut balita, anak-anak, dan lanjut usia (lansia) menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih karena rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.

‎

‎Pihak Puskesmas Mopah Baru pun berencana memantau perkembangan jumlah kasus ISPA pada Oktober untuk mengetahui apakah tren peningkatan tersebut masih berlanjut.

‎

‎Di tengah kondisi musim kemarau dan kabut asap, masyarakat diimbau lebih waspada serta menerapkan langkah-langkah pencegahan, khususnya saat beraktivitas di luar rumah.

‎

‎Seberina menyarankan masyarakat menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan debu dan partikel asap yang terhirup saat beraktivitas di luar ruangan.

‎

‎“Karena kita tahu sendiri bahwa ini masih musim kemarau yang panjang. Banyak debu yang terbawa angin, ditambah dengan kondisi kabut asap. Jadi, kami tetap menyarankan masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” katanya.

‎

‎Meski jumlah kasus ISPA mengalami peningkatan, Seberina memastikan ketersediaan obat-obatan di Puskesmas Mopah Baru masih mencukupi untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

‎

‎Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Warga yang mengalami batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau keluhan lain yang tidak kunjung membaik disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

‎

‎Dengan meningkatnya kasus ISPA tersebut, kewaspadaan masyarakat terhadap dampak debu dan kabut asap diharapkan semakin meningkat, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti balita, anak-anak, dan lansia. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page