Merauke||Cendrawasi7, Inspektorat Provinsi Papua Selatan menggelar sosialisasi pendidikan antikorupsi di SMP Negeri 7 Merauke, Distrik Kurik, Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kejujuran dan integritas kepada pelajar sejak dini.

Inspektur Provinsi Papua Selatan yang diwakili Plt Sekretaris Inspektorat, Adnan Budiman, mengatakan Papua Selatan sebagai daerah otonom baru tengah membangun fondasi tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, transparan, dan akuntabel.
Menurut Adnan, fondasi tersebut bukan hanya untuk menjawab kebutuhan pemerintahan saat ini, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi mendatang. Karena itu, budaya antikorupsi harus ditanamkan sejak dini, salah satunya melalui lingkungan sekolah.

Ia menjelaskan, integritas bukan sesuatu yang rumit dan jauh dari kehidupan pelajar. Sikap tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti jujur kepada diri sendiri, tidak menyontek saat ujian, tidak melakukan plagiarisme, serta disiplin dan tepat waktu.
Adnan juga mengingatkan para siswa agar tidak membiarkan ataupun menganggap wajar berbagai bentuk pelanggaran, meskipun terlihat kecil.
“Jangan pernah berkompromi terhadap pelanggaran, sekecil apa pun itu. Karena korupsi besar diawali dari toleransi terhadap ketidakjujuran kecil,” tegas Adnan.
Dalam kesempatan tersebut, Adnan mengajak seluruh warga SMP Negeri 7 Merauke menjadikan lingkungan sekolah sebagai zona integritas. Sekolah diharapkan terbebas dari berbagai praktik menyimpang sekaligus menjadi contoh bagi sekolah lain di Papua Selatan.
Melalui sosialisasi tersebut, nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas diharapkan tumbuh menjadi karakter para siswa. Generasi muda Papua Selatan pun diharapkan dapat mengambil peran dalam mewujudkan pemerintahan dan masyarakat yang bersih, transparan, serta berintegritas. (C7)





