MERAUKE || Cendrawasi7 – Pencarian terhadap Agustap Injoroweri (55) dan anaknya, Setueiroi Injoroweri (11), yang dilaporkan hilang saat berburu di Hutan Semangga 40, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, berakhir. Keduanya ditemukan dalam kondisi selamat, Sabtu (19/9/2026) siang.
Ayah dan anak tersebut sebelumnya dilaporkan hilang setelah masuk ke dalam hutan sejak Jumat (18/9). Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan melakukan pencarian hingga hari kedua dengan menyisir kawasan hutan, termasuk menggunakan drone thermal.
Titik terang pencarian muncul sekitar pukul 11.45 WIT. Tim SAR gabungan menerima informasi dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) mengenai keberadaan kedua korban.
Mendapat informasi tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi keduanya. Sekitar pukul 12.54 WIT, tim tiba di titik penemuan pada koordinat 08°25’42.07″S–140°28’22.10″E.
Lokasi tersebut berjarak sekitar 1,57 kilometer arah barat daya dari titik terakhir keberadaan korban atau Last Known Position (LKP) yang menjadi acuan awal pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke, Rudi, S.E., M.M., memastikan kedua korban ditemukan selamat. Mereka selanjutnya dibawa ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan.
“Setelah ini, kedua korban akan dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Rudi.
Pergi Berburu, Tak Kunjung Pulang
Peristiwa bermula Jumat sekitar pukul 06.00 WIT. Agustap bersama anaknya pergi berburu ke kawasan Hutan Semangga 40 menggunakan mobil.
Setibanya di sekitar lokasi, mobil diparkir di pinggir jalan. Keduanya kemudian berjalan masuk ke dalam hutan untuk berburu.
Namun hingga malam hari, ayah dan anak itu tak kunjung kembali ke kendaraan maupun pulang ke rumah. Keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas Merauke sekitar pukul 21.45 WIT.
Basarnas langsung merespons laporan dengan memberangkatkan delapan personel rescue sekitar pukul 22.00 WIT. Tim membawa sejumlah peralatan pencarian, di antaranya drone thermal, GPS, telepon satelit, alat komunikasi, kendaraan D-Max, dan sepeda motor.
Pencarian kembali dilanjutkan Sabtu mulai pukul 06.00 WIT. Tim gabungan melakukan penyisiran berdasarkan pemetaan koordinat area pencarian serta pemantauan dari udara menggunakan drone thermal.
Operasi melibatkan Basarnas bersama unsur TNI-Polri, BPBD, Damkar Provinsi Papua Selatan, tokoh adat, kepala dusun, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Setelah kedua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Rudi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian hingga kedua warga tersebut berhasil ditemukan. (C7)





