MERAUKE || Cendrawasi7 – Pengajian Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah berlangsung semarak di Kompleks Sulaeman Centre, Kampung Kuper, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (19/9/2026).
‎
‎Sekitar 2.000 masyarakat memadati lokasi kegiatan. Tausiyah KH Subkhi Al Bughuri menjadi salah satu bagian utama dalam peringatan Maulid Nabi tersebut.
‎
‎Di hadapan jemaah, KH Subkhi menyampaikan tausiyah yang mengajak umat menjadikan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
‎
‎Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan juga menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Nabi tidak berhenti pada peringatan Maulid, tetapi perlu diwujudkan melalui akhlak, persaudaraan dan kehidupan sosial yang harmonis.
‎
‎Pengajian akbar dimulai sekitar pukul 13.54 WIT. Lantunan ayat suci Al-Qur’an membuka rangkaian acara, kemudian dilanjutkan Mahalul Qiyam yang dibawakan Grup Hadroh Al-Fatih.
‎
‎Tausiyah KH Subkhi dimulai sekitar pukul 15.13 WIT. Ribuan jemaah yang hadir mengikuti rangkaian pengajian hingga doa bersama.
‎
‎Sebelum tausiyah, Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak semestinya dipandang sebatas kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut, kata dia, menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah.
‎
‎”Maulid Nabi bukan hanya acara seremonial biasa saja, namun menjadi momentum bagi kita dalam mengingat dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW,” kata Fauzun.
‎
‎Ia juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah di tengah keberagaman masyarakat Merauke.
‎
‎Menurut Fauzun, Merauke merupakan rumah bersama. Karena itu, perbedaan yang ada tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk tetap hidup sebagai saudara dan menjaga keharmonisan.
‎
‎Pesan senada disampaikan Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa. Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk istiqamah meneladani akhlak Rasulullah.
‎
‎Paskalis juga mengajak seluruh masyarakat mempertahankan Papua Selatan sebagai tanah yang damai dengan bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
‎
‎Sementara Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizardo Pelamonia mengatakan keteladanan Nabi Muhammad SAW relevan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
‎
‎Menurutnya, perbedaan tidak semestinya membuat masyarakat saling menjauh. Sebaliknya, persaudaraan dan sikap saling menghormati perlu terus diperkuat.
‎
‎”Keamanan dan ketertiban bukan hanya dibangun oleh kekuatan aparat, namun juga dengan kerukunan antarumat masyarakat,” ujarnya.
‎
‎Pengajian akbar tersebut diselenggarakan keluarga besar Anggota Komisi IV DPR RI Sulaeman L. Hamzah. Turut hadir Anggota DPD RI Gus Adib Fuad dan Alfiansyah Bustami alias Komeng, unsur TNI-Polri, tokoh agama, pimpinan organisasi Islam, majelis taklim serta pengurus DKM se-Kabupaten Merauke.
‎
‎Kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan pengundian doorprize. Seluruh rangkaian pengajian berakhir sekitar pukul 16.33 WIT. (C7)





